Google Cloud Tambah Kapasitas Data Center di Indonesia
Ekspansi Jakarta Cloud Region diperkirakan akan menyumbang nilai ekonomi hingga Rp1.400 triliun.
Google Cloud resmi mengumumkan perluasan kapasitas data center Jakarta Cloud Region. Dalam lima tahun ke depan, ekspansi Jakarta Cloud Region diperkirakan akan menyumbang nilai ekonomi hingga Rp1.400 triliun (US$88 miliar) dan menciptakan rata-rata 240.000 lapangan kerja per tahun.
Angka ini naik signifikan dibanding kontribusi lima tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp900 triliun dan 92.000 lapangan kerja per tahun, berdasarkan riset lembaga Public First.
“Dengan memperluas kapasitas komputasi kami, kami membuka jalan bagi organisasi Indonesia untuk mengadopsi AI generatif dan AI agentic secara aman dan efisien,” kata Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia.
“Ini bagian dari inisiatif ‘Bangkit Bersama AI’ yang mendukung strategi nasional AI dan agenda transformasi digital pemerintah," tambah dia.
Jakarta Cloud Region berperan sebagai gerbang akses ke platform seperti BigQuery dan Vertex AI. Melalui infrastruktur ini, organisasi dapat membangun dan menjalankan lebih dari 200 model AI unggulan—mulai dari Gemini milik Google hingga Claude dan Llama—serta mengintegrasikannya ke dalam produk dan layanan mereka.
Tak hanya memperluas kapasitas, Google Cloud juga memperkuat konektivitas global melalui jaringan pribadi yang membentang lebih dari dua juta mil kabel fiber di 200 negara dan wilayah.
Jaringan ini memungkinkan bisnis lokal untuk memperluas jangkauan globalnya secara aman dan efisien, termasuk integrasi multicloud dengan Azure, AWS, dan Oracle Cloud.
Jakarta Cloud Region sendiri kini terdiri dari tiga zona ketersediaan dan mendukung penyimpanan data lokal sesuai regulasi Indonesia. Google mengklaim bahwa migrasi ke cloud telah menurunkan downtime aplikasi lebih dari 50% dan menghemat pengeluaran teknologi tahunan perusahaan lebih dari 20%.
Pusat data ini bukan hanya menjamin ketersediaan tinggi dan keamanan sistem, tetapi juga menyediakan opsi disaster recovery dan pencadangan data. Dengan dukungan infrastruktur AI dan hardware khusus seperti chip silikon buatan Google, layanan ini disebut sebagai "otak dan tulang punggung digital" yang menopang pertumbuhan bisnis era AI.
Langkah ini menempatkan Google Cloud selangkah di depan hyperscaler global lainnya dalam membangun fondasi ekonomi digital berbasis AI di Indonesia.