Digital Edge Bangun Pusat Data AI Terbesar Rp10 Triliun, Perkuat Ekosistem Digital Nasional
Digital Edge mengucurkan investasi jumbo Rp10 triliun untuk membangun pusat data AI terbesar di Indonesia, Kampus CGK, guna memperkuat infrastruktur digital dan mendukung adopsi AI di tanah air.
Perusahaan infrastruktur digital terkemuka, Digital Edge, mengumumkan rencana besar pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) terbesar di Indonesia. Proyek ambisius ini didukung oleh perolehan pembiayaan hijau senilai 665 juta dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp10 triliun.
Investasi signifikan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem digital nasional, khususnya dalam menghadapi lonjakan permintaan akan layanan komputasi awan dan adopsi teknologi AI yang semakin masif. Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat memberdayakan bisnis dengan infrastruktur digital berperforma tinggi yang siap untuk beban kerja AI.
Chief Financial Officer Digital Edge, Jonathan Walbridge, menyatakan bahwa pembiayaan ini menegaskan kepemimpinan Digital Edge dalam infrastruktur digital berkelanjutan. Proyek ini tidak hanya berfokus pada kinerja, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang mampu mengurangi dampak lingkungan secara signifikan.
Investasi Jumbo untuk Infrastruktur AI Berkelanjutan
Dana sebesar Rp10 triliun tersebut dialokasikan secara khusus untuk membiayai fase awal pembangunan pusat data hyperscale yang dinamakan Kampus CGK. Lokasi strategis proyek ini berada di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat, menjadikannya titik vital bagi pengembangan infrastruktur digital di Indonesia.
Proyek Kampus CGK diproyeksikan memiliki kapasitas total yang sangat besar, mencapai hingga 500 megawatt (MW). Kapasitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan ekosistem digital nasional yang terus berkembang pesat, khususnya dalam menopang operasional teknologi AI.
Jonathan Walbridge juga menambahkan bahwa keberhasilan dalam struktur pendanaan ini tidak lepas dari dukungan kuat para mitra pembiayaan. Sejumlah lembaga keuangan global dan nasional turut serta dalam pembiayaan hijau ini, termasuk BNP Paribas, Clifford Capital, Credit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, PT Bank Central Asia Tbk, serta SMBC.
Kampus CGK: Pusat Data AI Berkapasitas Besar dan Efisien
Pusat data Kampus CGK merupakan bagian integral dari rencana investasi multi-fase Digital Edge yang total nilainya mencapai 4,5 miliar dolar AS. Fasilitas ini diposisikan sebagai salah satu kampus pusat data hyperscale siap AI yang paling signifikan di Indonesia, mampu menangani pengolahan data masif dan komputasi intensif.
Pembangunan Kampus CGK dirancang dengan standar efisiensi energi yang sangat tinggi, khusus untuk menangani beban kerja AI yang intensif. Fasilitas ini menargetkan tingkat efisiensi daya atau Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,25, angka yang tergolong sangat kompetitif dan efisien di industri pusat data global.
Selain aspek teknologi dan efisiensi, proyek ini juga sangat mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui implementasi sistem daur ulang air yang canggih dan integrasi energi terbarukan dalam operasionalnya. Langkah-langkah ini sejalan dengan implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dan komitmen nasional untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060.
Sumber: AntaraNews