Tahukah Anda, 483 Peserta Ikuti Pelatihan? KKP Perkuat Pemasaran Digital Produk Perikanan Pesisir untuk Tembus Mancanegara
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar memperkuat pemasaran digital produk perikanan pesisir, melatih ratusan peserta agar mampu menembus pasar domestik dan mancanegara. Bagaimana strategi ini meningkatkan kesejahteraan nelayan?
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing produk perikanan dari masyarakat pesisir. Inisiatif ini bertujuan agar produk lokal mampu menembus pasar domestik hingga mancanegara, membuka peluang ekonomi baru.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program pemasaran digital yang masif, menyasar para pelaku usaha perikanan di seluruh Indonesia. Pemasaran digital diharapkan menjadi jembatan utama untuk ekspansi pasar produk perikanan Indonesia.
Sebanyak 483 peserta telah mengikuti pelatihan daring yang diselenggarakan oleh BPPSDMKP KKP, bekerja sama dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan Kesatuan Pelajar, Pemuda, dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI). Program ini merupakan bagian integral dari strategi ekonomi biru KKP.
Transformasi Digital Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP terus mendorong transformasi digital di sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi biru. Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
Kepala BPPSDMKP KKP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa pelatihan digital marketing merupakan implementasi konkret dari strategi tersebut. Pelatihan ini digelar secara daring oleh Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) dan melibatkan kolaborasi luas.
"Pemasaran digital adalah jembatan agar produk perikanan Indonesia dapat menjangkau pasar domestik maupun mancanegara," ujar Nyoman Radiarta. Ia berharap pelatihan ini melahirkan pelaku usaha yang kreatif, melek teknologi, dan berdaya saing tinggi.
Inisiatif ini diharapkan mampu mendukung kemandirian pangan serta secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia, sejalan dengan visi KKP.
Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk Perikanan
Materi pelatihan yang diberikan dirancang secara aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri perikanan saat ini, memastikan peserta mendapatkan bekal yang praktis. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puslat KP KKP, Lilly Aprilya Pregiwati.
Pelatihan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pembuatan konten promosi yang menarik, strategi optimalisasi media sosial, hingga praktik membuka toko daring di berbagai lokapasar. Ini membekali peserta dengan keterampilan pemasaran digital yang komprehensif.
"Targetnya, kelak para peserta bisa langsung mengimplementasikan keterampilan ini untuk meningkatkan penjualan produk perikanan," kata Lilly. Selain pemasaran digital, pelatihan juga menekankan pentingnya mutu dan keamanan produk perikanan agar memenuhi standar nasional dan internasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi sektor ini. KKP berkomitmen memastikan produk perikanan Indonesia memiliki nilai tambah tinggi dan berdaya saing global di pasar internasional.
Transformasi ini menempatkan masyarakat pesisir sebagai subjek utama, dengan tujuan akhir berkontribusi pada pencapaian Indonesia Emas 2045 melalui sektor kelautan dan perikanan yang maju dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews