Perjalan Karier Willy Saelan, Direktur Unilever Bakal Pensiun Setelah 30 Tahun Bekerja
Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi dan pencapaian yang telah diberikan oleh Willy.
PT Unilever Indonesia Tbk telah mengumumkan bahwa Willy Saelan, yang menjabat sebagai Direktur Perseroan, telah mengajukan pengunduran diri untuk mempersiapkan masa pensiun. Pengunduran diri ini akan mulai berlaku setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan datang.
Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi dan pencapaian yang telah diberikan oleh Willy.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi beliau di berbagai jabatan sumber daya manusia selama ini, semoga kesuksesan selalu menyertai beliau," ujar Padwestiana dikutip pada Sabtu (19/7).
Willy Saelan merupakan salah satu talenta terbaik yang telah berkembang bersama Unilever Indonesia. Dia pertama kali bergabung sebagai Management Trainee Human Resources pada tahun 1995 dan pernah menjabat dalam penugasan global di London, Singapura, serta sebagai Acting Head of HR untuk Unilever Australia dan New Zealand.
Sejak tahun 2015, Willy telah menjadi anggota Dewan Direksi Unilever Indonesia. Dalam lebih dari tiga dekade, dia telah memainkan peran penting dalam membangun fondasi organisasi dan sumber daya manusia Unilever Indonesia yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia dikenal sebagai pemimpin yang profesional, loyal, dan visioner.
Di bawah kepemimpinannya, Unilever Indonesia telah menanamkan budaya kerja yang siap menghadapi masa depan dan pola pikir pertumbuhan, menjadikan perusahaan ini sebagai pilihan utama tempat bekerja.
Unilever Indonesia telah secara konsisten diakui sebagai Employer of Choice nomor satu selama 11 tahun berturut-turut, berkat upaya dan komitmen Willy dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.
Beragam Inovasi Baru
Willy turut memimpin sejumlah inovasi, mulai dari digitalisasi proses rekrutmen, peningkatan kesiapan organisasi untuk menghadapi tantangan kerja di masa depan, hingga respons yang penuh empati dari organisasi selama pandemi Covid-19.
Dalam hal transparansi informasi, Unilever Indonesia menegaskan akan terus berfokus pada pertumbuhan kinerja dengan mendorong pelaksanaan yang lebih efektif untuk memaksimalkan potensi bisnis, termasuk merek, jaringan distribusi, dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Selain itu, perusahaan juga menginformasikan bahwa tidak ada dampak signifikan terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Unilever Sebar Dividen 99,7 Persen dari Laba
Pada tahun 2024, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menunjukkan dedikasi yang tinggi kepada pemegang saham dengan membagikan hampir seluruh laba bersihnya dalam bentuk dividen. Total dividen yang akan diberikan oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) untuk tahun buku 2024 adalah sebesar Rp 88 per saham.
Dividen ini mencakup dividen interim sebesar Rp 41 per saham, yang setara dengan Rp 1,56 triliun, dan telah dibayarkan pada bulan Desember 2024. Selain itu, perusahaan juga akan memberikan dividen final sebesar Rp 1,79 triliun atau Rp 47 per saham.
Rencana untuk pembagian dividen ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada hari Selasa, 3 Juni 2025. Dividen final ini diambil dari laba bersih tahun buku 2024 dan akan didistribusikan kepada pemegang saham paling lambat pada 2 Juli 2025.
Pembagian dividen ini merupakan bagian dari total dividen tahunan yang mencapai Rp 88 per saham, menjadikan Unilever Indonesia salah satu emiten dengan rasio pembayaran dividen tertinggi di pasar. Dengan demikian, total dividen untuk tahun buku 2024 mencapai Rp 3,36 triliun.
"Rasio pembayaran dividen sebesar 99,7 persen ini menggarisbawahi komitmen kuat kami untuk mengembalikan value kepada para pemegang saham," kata Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, dalam keterangan resmi pada Selasa (3/6).