Bagi-Bagi Cuan! Unilever Siapkan Dividen Spesial dari Penjualan Es Krim dan Teh Sariwangi

UNVR menegaskan tetap mempertahankan kebijakan pembagian dividen sebesar 100 persen dari laba bersih.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
Bagi-Bagi Cuan! Unilever Siapkan Dividen Spesial dari Penjualan Es Krim dan Teh Sariwangi
Bagi-Bagi Cuan! Unilever Siapkan Dividen Spesial dari Penjualan Es Krim dan Teh Sariwangi (Merdeka.com)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tak hanya mempertahankan payout ratio 100 persen, tetapi juga menyiapkan dividen tambahan satu kali dari hasil penjualan bisnis es krim dan teh sariwangi.

"Kami tetap berkomitmen pada kebijakan dividen kami, pembayaran dividen 100 persen. Selain itu, pemegang saham kami akan menerima dividen satu kali dari keuntungan bersih penjualan es krim dan sariwangi," kata Presiden Direktur UNVR Benjie Yap, dalam Laporan Kinerja Keuangan PT Unilever Indonesia Tahun 2025, secara virtual Kamis (12/2).

Ia menjelsakan bahwa alokasi modal perusahaan kini diarahkan secara seimbang antara investasi untuk pertumbuhan dan pengembalian kas kepada pemegang saham.

Menurutnya, dengan kinerja laba yang membaik dan arus kas yang kuat, ruang untuk membagikan keuntungan dinilai semakin leluasa. Kebijakan ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga daya tarik saham di tengah dinamika pasar.

UNVR menegaskan tetap mempertahankan kebijakan pembagian dividen sebesar 100 persen dari laba bersih, sebuah langkah yang mencerminkan stabilitas finansial perusahaan.

Kebijakan ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor yang mengincar pendapatan dividen secara rutin. Dengan kinerja yang terus pulih, perusahaan yakin mampu menjaga konsistensi tersebut.

Menurut Benjie Yap, arus kas bebas yang dihasilkan sepanjang 2025 mencapai Rp4,9 triliun, tidak termasuk pendapatan dari penjualan unit usaha yang dilepas. Angka ini sekitar 1,7 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas secara berkelanjutan.

"Kami menghasilkan arus kas bebas sebesar Rp4,9 triliun pada tahun penuh 2025, tidak termasuk pendapatan dari penjualan es krim, sekitar 1,7 kali lipat dari tahun penuh 2024, dan kami tidak memiliki utang," ungkapnya.

Selain dividen reguler, UNVR juga menyiapkan dividen satu kali yang bersumber dari keuntungan penjualan bisnis es krim dan teh sariwangi. Estimasi laba bersih dari transaksi ini mencapai Rp4,6 triliun, terdiri dari Rp3,8 triliun dari bisnis es krim dan sekitar Rp0,8 triliun dari sariwangi. Tambahan ini menjadi nilai lebih bagi pemegang saham.

"Estimasi laba bersih dari transaksi ini adalah Rp4,6 triliun, terdiri dari Rp3,8 triliun dari es krim, dan sekitar Rp0,8 triliun dari sariwangi. Tidak termasuk operasi yang dihentikan, pengembalian investasi modal kami meningkat hampir 8 persen pada tahun 2025," ujarnya.

Divestasi tersebut tidak hanya menghasilkan kas dalam jumlah besar, tetapi juga memperbaiki profil margin perusahaan. Setelah pelepasan aset, margin laba bersih diperkirakan meningkat sekitar 50 basis poin, mencerminkan struktur bisnis yang lebih efisien.

Kombinasi dividen penuh dan dividen tambahan mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek perusahaan. UNVR memasuki 2026 dengan fokus pada pertumbuhan volume dan penguatan eksekusi di pasar.

Perusahaan juga tetap mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun atau setara 3 persen dari penjualan, dengan sekitar 60 persen diarahkan untuk peningkatan produktivitas dan kapasitas.

"Hal ini memberi kami fleksibilitas yang signifikan untuk berinvestasi demi pertumbuhan dan ketahanan. Belanja modal sebesar Rp1 triliun, atau 3 persen dari penjualan, di mana sekitar 60 persen dari belanja modal tersebut diarahkan untuk penghematan dan kapasitas, memperkuat produktivitas dan kesiapan masa depan," pungkasnya.

Rekomendasi