Unilever Indonesia Raup Untung Rp3,8 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Benjie Yap menjelaskan bahwa stabilitas penjualan menunjukkan fondasi bisnis yang tetap kuat meski menghadapi berbagai tantangan pasar.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) meraup laba bersih sebesar Rp3,8 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini tumbuh 14,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Benjie Yap menyampaikan bahwa pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penguatan operasional serta langkah efisiensi yang terus dijalankan perusahaan. Selain itu, fokus pada portofolio produk inti juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja.
"Sepanjang 2025, Unilever Indonesia mencatat total penjualan sebesar Rp36,4 triliun atau tumbuh 3,5 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja pasar domestik yang meningkat 3,3 persen serta ekspor yang tumbuh lebih tinggi sebesar 11,1 persen," kata Benjie Yap dalam Laporan Kinerja Keuangan PT Unilever Indonesia Tahun 2025, secara virtual Kamis (12/2).
Dalam paparannya, Benjie Yap menjelaskan bahwa stabilitas penjualan menunjukkan fondasi bisnis yang tetap kuat meski menghadapi berbagai tantangan pasar. Menurutnya, perusahaan terus berupaya menjaga relevansi produk dan memperkuat distribusi untuk mempertahankan pertumbuhan.
Selain itu, kontribusi dari berbagai lini bisnis utama tetap menjadi pendorong kinerja sepanjang tahun. Termasuk di dalamnya kontribusi bisnis teh yang memberikan dampak penuh selama satu tahun buku.
Selain itu, kinerja penjualan juga turut dipengaruhi oleh dinamika portofolio usaha, termasuk kontribusi bisnis es krim yang masih tercatat hingga awal Desember 2025. Hal ini memberikan tambahan dukungan terhadap capaian pendapatan perusahaan secara keseluruhan.
Profitabilitas Terjaga di Tengah Transformasi
Dari sisi profitabilitas, Unilever Indonesia mencatat gross margin sebesar 46,7 persen pada 2025. Angka ini mengalami penurunan 84 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya, seiring adanya penyesuaian dan transformasi operasional yang dilakukan perseroan.
"Perseroan juga mencatat rasio laba sebelum pajak (PBT) sebesar 13,4 persen, meningkat 107 basis poin secara tahunan. Peningkatan ini menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan biaya operasional serta optimalisasi struktur bisnis," ujarnya.
Benjie Yap menuturkan bahwa fokus perusahaan saat ini tidak hanya pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga menjaga kualitas pertumbuhan tersebut melalui disiplin biaya dan peningkatan produktivitas.
Laba Per Saham
Dengan capaian laba bersih Rp3,8 triliun, Unilever Indonesia menunjukkan perbaikan kinerja bottom line yang solid. Laba per saham (EPS) tercatat sebesar Rp101 per saham, mencerminkan peningkatan nilai bagi pemegang saham.
Namun, jika memasukkan keuntungan bersih dari pelepasan bisnis es krim, total laba bersih menjadi Rp7,6 triliun, melonjak 127 persen dibandingkan tahun lalu, dengan EPS mencapai Rp201 per saham.
Secara keseluruhan ia menekankan bahwa kinerja 2025 menunjukkan pertumbuhan penjualan yang stabil, perbaikan pada indikator laba operasional, serta lonjakan signifikan pada laba bersih yang sebagian didorong oleh keuntungan dari transaksi bisnis es krim dan kontribusi penuh dari lini usaha teh.