PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) konsisten melakukan pemulihan kinerja secara agresif dan melakukan berbagai aksi seperti diversifikasi bisnis, efisiensi di berbagai lini, serta melakukan rotasi kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis di jangka panjang.
Saham emiten barang konsumsi ini kembali tercatat dalam indeks IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20), yang menegaskan reputasi perusahaan sebagai salah satu emiten konsisten dalam pembagian dividen selama lebih dari 30 tahun terakhir.
IDXHIDIV20 merupakan indeks yang menampilkan performa harga dari 20 saham dengan riwayat pembagian dividen tunai yang stabil setidaknya dalam tiga tahun terakhir dan memiliki yield dividen tinggi. Berdasarkan pembaruan indeks yang berlaku mulai 5 Februari 2025 hingga 3 Februari 2026, Unilever Indonesia kembali menjadi salah satu komponennya.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sendiri meraup laba bersih sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal I-2025. Perolehan laba ini meningkat signifikan sebesar 244,7 persen (qtq) dibandingkan kuartal IV 2024. Namun demikian, capaian laba ini masih terkoreksi 14,6 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Meskipun hasil kuartal pertama kami masih terkoreksi dibandingkan tahun sebelumnya, kami berhasil mencatatkan peningkatan kuartal ke kuartal (qtq) dalam hal pertumbuhan dan profitabilitas. Kinerja ini mencerminkan hasil dari inisiatif tegas dan tepat sasaran yang dilakukan perseroan untuk mengatasi tantangan operasional," kata Presiden Direktur Unilever, Benjie Yap dalam paparan laporan kinerja keuangan Unilever Indonesia di Jakarta, Kamis (24/3).
Menurut Analis Senior Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, konsistensi ini menjadi fondasi kepercayaan investor, terutama di masa pasar sedang downtrend.
"Unilever tidak hanya overwhelming dalam kinerja, tapi juga sangat menjaga komitmen bagi hasil kepada pemegang saham," ujarnya.
Disiplin dalam pembagian dividen ini bukan sekadar strategi jangka pendek, melainkan upaya membangun reputasi sebagai perusahaan yang andal (dependable). Hal ini menjadi daya tarik bagi investor yang mencari stabilitas pendapatan pasif di tengah gejolak ekonomi. Meski tantangan pasar seperti inflasi dan persaingan ketat terus menghantui, Unilever dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang solid.
"Ada harapan peningkatan kinerja fundamental, terutama jika Unilever terus memperkuat inovasi produk yang sesuai kebutuhan konsumen," jelas Nafan.
Nafan menekankan bahwa selama Unilever konsisten dalam inovasi dan efisiensi, peluang untuk mencetak pertumbuhan penjualan yang lebih kuat tetap terbuka.
"Yang penting, mereka tidak hanya fokus pada produk, tapi juga menjaga brand loyalty dan distribusi yang luas," tambahnya.
Advertisement
Sebelumnya, Nafan Aji Gusta pernah menyampaikan bahwa dengan membagikan dividen yang tinggi menjadi bukti bahwa perusahaan masih sangat mementingkan para pemegang sahamnya. Apalagi, selama ini Unilever dikenal publik sebagai perusahaan yang tidak pelit membagi dividen.
Menurut Nafan, pembagian dividen yang konsisten setiap tahun, menjadi bukti perusahaan masih komitmen pada pemegang saham, dan loyal dalam membagikan keuntungan.
Merujuk laporan keuangan tahun 2024, Unilever Indonesia mencatatkan laba per saham (EPS) sebesar Rp88,30. Dari jumlah ini, sebagian telah didistribusikan dalam bentuk dividen interim. Sementara itu, sisa dividen yang berpeluang dibagikan sebagai dividen final mencapai Rp47,30 per saham.
Apabila dihitung berdasarkan harga saham UNVR pada penutupan perdagangan Selasa (15/4) sebesar Rp1.340, yield dari dividen final tersebut mencapai sekitar 3,40 persen, menjadikan total yield dividen tahunan sebesar 6,59%. Angka ini diperkirakan sebagai pencapaian tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Pemulihan yang dialami oleh Unilever Indonesia didorong oleh sejumlah faktor strategis, antara lain reposisi portofolio produk, peningkatan efisiensi operasional, serta ekspansi distribusi pasar yang kembali tumbuh. Faktor-faktor ini telah meningkatkan daya tarik saham UNVR, khususnya bagi investor yang memiliki orientasi jangka panjang. Menurut Nafan, untuk long term, UNVR termasuk memiliki prospek bisnis yang bagus.