Rp2,8 Miliar untuk Kawasan Peternakan Cianjur: Siapkan Sapi Perah & Ayam Buras, Target Ketahanan Pangan!
Pemerintah Kabupaten Cianjur mengalokasikan Rp2,8 miliar untuk membangun Kawasan Peternakan Cianjur di Campaka, menghadirkan sapi perah dan ayam buras demi ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Penasaran detailnya?
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat sektor ketahanan pangan di wilayahnya. Anggaran sebesar Rp2,8 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan sebuah kawasan peternakan terpadu. Proyek ambisius ini berlokasi di Kampung Cikekep, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka.
Kepala Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa pembangunan konstruksi dijadwalkan dimulai pada awal Oktober 2025. Fasilitas yang akan dibangun meliputi kandang sapi dan ayam, gudang, pos keamanan, serta jalan produksi. Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Proyek Kawasan Peternakan Cianjur ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pengadaan hewan ternak. Iwan Setiawan menyatakan, "Dari anggaran tersebut sudah termasuk pengadaan 25 ekor sapi perah dan 700 ekor ayam buras, dimana pembangunan konstruksi sudah berjalan awal Oktober dengan luas lahan 12 hektare." Seluruh upaya ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi dan kesejahteraan warga, sekaligus menunjang program Makan Bergizi Gratis.
Investasi Rp2,8 Miliar untuk Infrastruktur Peternakan Modern
Pemerintah Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan sektor peternakan dengan mengalokasikan dana fantastis. Anggaran sebesar Rp2,8 miliar telah disiapkan khusus untuk membangun Kawasan Peternakan Cianjur. Dana ini akan digunakan untuk mewujudkan fasilitas peternakan yang lengkap dan modern di Campaka.
Pembangunan konstruksi akan mencakup berbagai elemen penting. Fasilitas tersebut meliputi kandang sapi dan ayam yang representatif, gudang penyimpanan pakan dan peralatan, pos keamanan untuk menjaga aset, serta jalan produksi yang memadai. Semua infrastruktur ini dirancang untuk mendukung operasional peternakan secara efisien dan berkelanjutan.
Iwan Setiawan menjelaskan bahwa tahap pertama pengelolaan akan dilakukan di atas lahan seluas 4 hektare, sedangkan sisanya untuk tanaman hijau pakan ternak. Pembangunan peternakan ini berdiri di lahan milik pemerintah daerah. Dengan demikian, proyek ini memiliki dasar yang kuat untuk pengembangan jangka panjang.
Prioritas Ketahanan Pangan dan Peningkatan Gizi Masyarakat
Target utama dari pembangunan Kawasan Peternakan Cianjur ini adalah penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat. Pemerintah Kabupaten Cianjur menegaskan bahwa fokus utama proyek ini bukanlah Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan pemenuhan kebutuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan. Inisiatif ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan protein hewani bagi warganya.
Kawasan peternakan ini juga dirancang sebagai penunjang program "Makan Bergizi Gratis". Iwan Setiawan mengungkapkan, "Target-nya untuk ketahanan pangan masyarakat diberikan bantuan sapi dan ayam untuk dikembangbiakkan guna memenuhi kebutuhan protein keluarga dan sebagai penunjang program MBG seperti pemenuhan kebutuhan susu dan telur." Hal ini akan berkontribusi langsung pada peningkatan asupan gizi, khususnya bagi anak-anak dan keluarga rentan di Cianjur.
Masyarakat yang menjadi calon penerima bantuan ternak akan diberikan pelatihan komprehensif. Pelatihan ini bertujuan agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam mengembangbiakkan hewan ternak. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat menghasilkan produksi yang bermanfaat dan terus berkembang, mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
Pusat Edukasi dan Pelatihan Peternakan Berkelanjutan
Kawasan Peternakan Cianjur di Kecamatan Campaka tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi. Lokasi ini juga akan dikembangkan menjadi pusat edukasi dan informasi bagi masyarakat luas. Siapa pun yang tertarik untuk mengembangkan usaha di bidang peternakan dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk belajar dan berinovasi.
Pemerintah daerah akan menyediakan berbagai program pelatihan dan edukasi. Iwan Setiawan menegaskan, "Kami siapkan berbagai pelatihan dan edukasi di kawasan peternakan Campaka bagi penerima bantuan atau kelompok peternak yang ingin mengembangkan usaha di bidang peternakan." Program-program ini ditujukan tidak hanya bagi penerima bantuan ternak, tetapi juga kelompok peternak lain yang ingin meningkatkan kapasitasnya.
Dengan adanya pusat edukasi ini, diharapkan akan lahir lebih banyak peternak yang terampil dan berpengetahuan. Mereka akan mampu menerapkan pola peternakan yang efektif, menghasilkan produk berkualitas, dan berkontribusi pada ekonomi lokal. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di sektor peternakan.
Sumber: AntaraNews