Perum Bulog Tegaskan Kabar Dirut Rizal Ramdhani Jadi Kabais TNI Adalah Hoaks
Perum Bulog membantah tegas informasi yang menyebut Direktur Utama (Dirut) Ahmad Rizal Ramdhani akan menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, menegaskan kabar tersebut hoaks dan menyesatkan publik.
Perum Bulog secara resmi membantah keras informasi yang beredar luas mengenai Direktur Utama (Dirut) mereka, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, yang dikabarkan akan menduduki posisi Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Head of Public Relations Perum Bulog, Tomi Wijaya, pada Sabtu (28/3) di Jakarta. Informasi yang beredar tersebut dinyatakan tidak benar dan merupakan disinformasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat luas.
Bantahan ini muncul sebagai respons terhadap maraknya pemberitaan yang dinilai tidak akurat terkait profil Ahmad Rizal Ramdhani, khususnya narasi yang mengaitkan jabatan puncaknya di Bulog dengan posisi strategis di lingkungan TNI. Tomi Wijaya menekankan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. Pihak Bulog merasa perlu untuk meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan publik.
Klarifikasi ini bertujuan untuk menjaga integritas informasi dan mencegah penyebaran berita palsu yang dapat menimbulkan kebingungan. Bulog mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi kebenaran setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Hal ini penting untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab di tengah era digital.
Klarifikasi Resmi Terkait Disinformasi Jabatan Dirut Bulog
Perum Bulog melalui Head of Public Relations, Tomi Wijaya, dengan tegas menyatakan bahwa narasi mengenai Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, yang disebut menjabat sebagai Kabais TNI adalah hoaks. Pernyataan resmi ini dikeluarkan untuk menanggapi pemberitaan yang tidak akurat dan berpotensi menyesatkan publik. Informasi semacam ini dapat menimbulkan kebingungan dan persepsi yang keliru di masyarakat.
Disinformasi yang beredar tersebut secara spesifik mengaitkan profil Ahmad Rizal Ramdhani dengan posisi Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Bulog menekankan bahwa narasi ini sama sekali tidak memiliki dasar kebenaran. Pihak Bulog merasa perlu untuk memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang salah.
Tomi Wijaya menambahkan bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat merugikan banyak pihak, termasuk institusi dan individu yang terlibat. Oleh karena itu, Bulog mengimbau agar semua pihak mengedepankan prinsip verifikasi dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Penting bagi publik untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Status dan Penugasan Ahmad Rizal Ramdhani di Bulog
Penugasan Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perum Bulog merupakan keputusan resmi yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN. Proses penunjukan ini telah mengikuti seluruh ketentuan dan prosedur yang berlaku. Ini menunjukkan bahwa posisinya di Bulog adalah hasil dari penugasan negara yang sah dan terverifikasi.
Tomi Wijaya menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Ahmad Rizal Ramdhani telah mengundurkan diri dari dinas TNI ketika ditunjuk sebagai Dirut Bulog. Saat ini, beliau berstatus purnawirawan dari TNI. Penjelasan ini memperjelas status kepegawaian dan kepangkatan beliau yang sudah tidak aktif di militer.
Status purnawirawan ini menegaskan bahwa tidak ada konflik kepentingan atau dualisme jabatan antara posisi sipil di Bulog dan jabatan militer aktif. Informasi ini sangat penting untuk meluruskan persepsi publik yang mungkin keliru akibat disinformasi yang beredar. Bulog berkomitmen untuk menjalankan tugasnya sesuai koridor hukum dan regulasi yang berlaku.
Komitmen Bulog dan Imbauan kepada Masyarakat
Perum Bulog menegaskan kembali komitmennya yang kuat untuk menjalankan mandat negara di bidang ketahanan pangan. Mandat ini akan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Fokus utama Bulog tetap pada tugas pokoknya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, Perum Bulog mengimbau seluruh pihak dan masyarakat untuk lebih bijak. Penting untuk selalu mengedepankan prinsip verifikasi dan keberimbangan dalam menerima serta menyebarkan informasi. Hal ini merupakan tanggung jawab kolektif untuk menjaga kebenaran informasi.
Tomi Wijaya secara khusus meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif dari hoaks dan disinformasi. Bulog berharap masyarakat dapat menjadi filter informasi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Sumber: AntaraNews