Pertamina Pilih Dua Jalur Alternatif Ini Imbas Rencana Iran Tutup Selat Hormuz
Pertamina akan mengangkut minyak sesuai dengan rute pasokannya dan kebutuhan Indonesia.
Persetujuan untuk penutupan Selat Hormuz oleh Parlemen Republik Islam Iran, membuat PT Pertamina (Persero) memilih Oman dan India sebagai jalur alternatif untuk pendistribusian minyak mentah.
“Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal kita, mengalihkan rute kapal ke jalur aman melalui Oman dan India,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso dilansir dari Antara, Senin (23/6).
Meski geopolitik di Timur Tengah terus meningkat seiring serangan balasan Iran terhadap Israel, dan berdampak terhadap rantai pasok minyak, Fadjar memastikan ketersediaan minyak untuk kebutuhan dalam negeri masih mencukupi. Namun, Pertamina tengah menghitung biaya yang akan dikeluarkan seiring penalihan rute alternatif dari Selat Hormuz.
“Terkait biaya operasional masih kami periksa. (Stok minyak) sejauh ini masih aman,” katanya.
Lebih lanjut, Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Muhammad Baron juga menyampaikan, selain menyiapkan rute alternatif, PIS mengutamakan keselamatan awak dan kapal PIS.
“Kami utamakan faktor keselamatan awak dan kapal PIS, sehingga terkait rencana penutupan (Selat Hormuz), kami akan menjalankan rencana rute alternatif untuk menjamin rantai pasokan,” ucap Baron ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Minggu.
Ia menyampaikan bahwa PIS akan mengangkut minyak sesuai dengan rute pasokannya dan kebutuhan Indonesia.
“(Alternatif) rute yang dimaksud akan kami lakukan sesuai kebutuhan,” kata dia.
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Jumat (13/6) ketika Israel melancarkan serangan udara di sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir.
Serangan Israel memicu Teheran untuk melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik di negara tersebut pada hari yang sama.
Otoritas Israel menyebut sekurangnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran. Sementara, 430 warga Iran tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka dalam serangan Israel ke negara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu pagi menyatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan.
Menyusul serangan AS, Parlemen Republik Islam Iran pada Minggu telah menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kegiatan pelayaran.