Cuaca Panas Ekstrem Melanda RI, BMKG Beberkan Penyebabnya
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut kondisi ini terjadi akibat gerak semu matahari.
BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan alasan cuaca panas esktrem dan hawa gerah yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia belakang ini.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut kondisi ini terjadi akibat gerak semu matahari tahunan yang berada dekat ekuator atau wilayah selatan ekuator.
Ardhasena menambahkan, kondisi ini semakin parah akibatan kombinasi berbagai faktor, seperti minimnya awan, peralihan musim, dan dampak pemanasan global.
"Sebagian besar wilayah Indonesia di bagian selatan seperti NTT, NTB, Bali, Jawa Timur memang saat ini sedang atau menjelang memasuki fase peralihan dari musim hujan ke kemarau yang ditandai dengan kondisi cuaca dinamis, dengan beberapa hari terasa panas namun kadang kadang terjadi hujan lebat," kata dia dalam keterangannya kepada Liputan6.com, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Merasakan Suhu Tinggi
Berdasarkan catatan BMKG pada bulan April, sejumlah daerah di Indonesia merasakan suhu tinggi, bahkan tembus di atas 35 derajat celcius hingga 36 derajat celcius. Ada lima daerah dengan suhu tertinggi.
Lima Daerah Suhu Tertinggi di Indonesia
1. Balai Besar MKG Wilayah I, Medan, Sumatera Utara: 36.3
2. Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten: 36.0
3. Stamet Sanggu, Barito Selatan, Kalimantan Tengah: 36.0
4. Stamet Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Bengkulu: 35.8
5. Staklim Bengkulu, Bengkulu, Bengkulu: 35.6
Masuk Bulan Kemarau
Ardhasena mengatakan, kondisi panas akan berlanjut di bulan Mei. Apalagi pada bulan ini wilayah-wilayah selatan Indonesia, seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT memasuki musim kemarau.
"Mei wilayah-wilayah ini sudah memasuki musim kemarau sehingga curah hujan cenderung sedikit dan pemanasan matahari cenderung maksimal," tuturnya.
BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau 2026 akan terasa lebih kering dibanding tahun sebelumnya," jelasnya.
Selain itu, BMKG menyebut akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar Indonesia diprediksi pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya.
Sementara puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026.
Imbauan Masyarakat
BMKG juga mengimbau kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca panas yang akan terjadi ke depan.
Ardhasena mengajak masyarakar untuk memastikan cairan tubuhnya cukup, sehingga tidak dehidrasi. Ia juga menganjurkan untuk menggunakan tabir surya saat aktivitas di luar rumah.
"Gunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan menyerap keringat
(seperti katun) serta berwarna cerah yang memantulkan panas," jelas dia.
Terakhir, ia menyarankan masyaramat untuk membatasi aktivitas berat yang menguras energi di bawah terik matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.