Daftar Wilayah Indonesia Dilanda Cuaca Panas di Atas 35 Derajat Menurut BMKG
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum di atas 35°C terpantau meluas hampir di seluruh wilayah Tanah Air.
Cuaca panas masih melanda berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum di atas 35°C terpantau meluas hampir di seluruh wilayah Tanah Air.
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menyebut, wilayah yang paling terdampak meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Pulau Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa daerah di Papua.
“Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” jelas Andri dalam keterangan persnya, Rabu (16/10).
Kupang, Majalengka, dan Kapuas Hulu Catat Suhu Tertinggi
Data pengamatan BMKG menunjukkan, puncak suhu panas terjadi pada 12 Oktober 2025, di mana suhu mencapai 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (Nusa Tenggara Timur), dan Majalengka (Jawa Barat).
Suhu sedikit menurun keesokan harinya, 13 Oktober 2025, dengan catatan tertinggi 36,6°C di Sabu Barat (NTT). Namun pada 14 Oktober 2025, suhu kembali meningkat signifikan di beberapa wilayah, dengan rentang 34–37°C.
Beberapa daerah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, NTB, dan NTT mencatat suhu maksimum di atas 35°C.
Bahkan, wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) menembus 37,6°C — menjadikannya salah satu suhu tertinggi di Indonesia tahun ini.
Fenomena Panas Masih Berlanjut
BMKG menyebut kondisi panas ini bersifat persisten, terutama akibat pengaruh massa udara kering dan minimnya awan yang menghalangi radiasi matahari di siang hari.
Andri menjelaskan, fenomena ini lazim terjadi saat peralihan musim kemarau ke penghujan, ketika kelembapan udara rendah dan tutupan awan berkurang secara signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko dehidrasi, kelelahan panas, dan kebakaran lahan, serta memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari.