Pertamina Perkuat Konektivitas Udara dengan Layanan Avtur di Bandara Notohadinegoro Jember
PT Pertamina Patra Niaga resmi menyediakan layanan Avtur di Bandara Notohadinegoro Jember, memperkuat ekosistem penerbangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
PT Pertamina Patra Niaga telah menegaskan komitmennya dalam mendukung konektivitas udara dan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Jawa Timur. Perusahaan ini secara resmi menyiapkan layanan pengisian bahan bakar pesawat (Avtur) di Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem penerbangan lokal yang vital bagi mobilitas masyarakat.
Eksekutif General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional JatimBaliNus, Iwan Yudha Wibawa, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jember. Pertamina berupaya mendukung penuh kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait dalam melayani masyarakat Jember dengan akses transportasi udara yang lebih baik. Kehadiran layanan Avtur berkelanjutan ini menjadi prioritas utama.
Infrastruktur pengisian Avtur yang mumpuni telah disiagakan oleh Pertamina untuk melayani jadwal penerbangan yang ada saat ini. Ketersediaan layanan Avtur ini tidak hanya bertujuan untuk profit bisnis, melainkan juga sebagai bentuk peran aktif Pertamina dalam pembangunan daerah yang memiliki potensi besar di masa depan.
Infrastruktur dan Kapasitas Layanan Avtur Pertamina
Untuk memastikan kelancaran distribusi bahan bakar, Pertamina telah menyiagakan sarana infrastruktur pengisian yang memadai di Bandara Notohadinegoro. Fasilitas ini mencakup satu unit refueller, satu unit troli dispenser, serta satu unit bridger yang siap beroperasi. Kelengkapan peralatan ini dirancang untuk melayani kebutuhan Avtur secara efisien.
Kapasitas tangki Avtur yang disiapkan oleh Pertamina mencapai 16 ribu liter, angka yang sangat mencukupi untuk mendukung operasional penerbangan. Dengan rata-rata kebutuhan sekitar 3 ribu liter untuk setiap penerbangan, fasilitas ini mampu melayani beberapa jadwal penerbangan sekaligus dalam satu hari. Ini menunjukkan kesiapan Pertamina dalam menghadapi peningkatan frekuensi penerbangan.
Iwan Yudha Wibawa menambahkan bahwa jika terjadi peningkatan frekuensi penerbangan di masa mendatang, Pertamina tidak menutup kemungkinan untuk menambah armada refueller. Bahkan, pembangunan Depot Aviasi permanen juga menjadi opsi yang akan dipertimbangkan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan visi jangka panjang Pertamina dalam mendukung perkembangan bandara.
Jaminan Rantai Pasok dan Komitmen Pembangunan Daerah
Keamanan stok Avtur di Jember menjadi prioritas utama Pertamina, yang dijamin melalui dukungan dua titik suplai utama. Pasokan Avtur berasal dari Depot Aviasi Juanda Surabaya dan juga dari Banyuwangi, memastikan ketersediaan bahan bakar yang stabil dan berkelanjutan. Posisi Bandara Notohadinegoro secara pasokan Avtur sangat aman dari gangguan.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa fokus utamanya di Jember bukan semata-mata pada profit bisnis, melainkan lebih kepada peran aktif dalam pembangunan daerah. Perusahaan melihat potensi besar yang dimiliki Kabupaten Jember di masa depan, sehingga dukungan terhadap sektor penerbangan dianggap sebagai investasi jangka panjang. Komitmen ini mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan.
Layanan Avtur ini merupakan bentuk nyata komitmen Pertamina dalam mendukung konektivitas udara dan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya kepastian pasokan bahan bakar, Bandara Notohadinegoro diharapkan dapat kembali bergairah. Ini akan menjadikannya motor penggerak ekonomi, pariwisata, serta mobilitas warga Jember dan sekitarnya.
Dampak Positif terhadap Aksesibilitas dan Harga Tiket Pesawat
Kehadiran layanan pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Notohadinegoro telah memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat Jember. Salah satu dampak paling signifikan adalah penurunan harga tiket pesawat untuk rute Jember-Jakarta. Harga tiket yang sebelumnya mencapai sekitar Rp2 juta kini dapat dinikmati dengan kisaran Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa penurunan harga tiket ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan layanan transportasi udara yang lebih terjangkau. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperluas aksesibilitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Masyarakat kini dapat menikmati perjalanan udara dengan biaya yang lebih ekonomis.
Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, diharapkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi udara akan meningkat. Hal ini tidak hanya akan mendorong sektor pariwisata lokal, tetapi juga memperlancar mobilitas bisnis dan sosial. Bandara Notohadinegoro diharapkan menjadi simpul penting dalam jaringan transportasi udara nasional, mendukung kemajuan Jember.
Sumber: AntaraNews