FOTO: Kebaya Menjadi Simbol Perayaan Hari Kartini
Perempuan di berbagai daerah mengenakan kebaya untuk memperingati Hari Kartini.
Suasana peringatan Hari Kartini di berbagai wilayah Indonesia diwarnai dengan penggunaan kebaya oleh perempuan dari beragam kalangan, termasuk di kawasan Bundaran HI, Selasa (21/4/2026).
Pekerja wanita hingga pelajar terlihat mengenakan busana tradisional tersebut sebagai bentuk partisipasi dalam mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari perayaan tahunan yang menonjolkan nilai-nilai emansipasi perempuan.
Peringatan Hari Kartini bertujuan mengenang sosok perempuan bangsawan Jawa yang memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan Indonesia. Seiring waktu, nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam simbol visual berupa kebaya yang menjadi identitas dalam peringatan tersebut.
Dalam berbagai dokumentasi sejarah, Kartini kerap tampil mengenakan kebaya. Pilihan tersebut mencerminkan sikap yang menegaskan bahwa perempuan Indonesia dapat tampil berwibawa tanpa meninggalkan identitas budaya.
Kebaya juga menjadi medium penyampaian nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini melalui kumpulan suratnya dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, seperti keberanian, martabat, dan kecintaan terhadap tanah air.
Dari tradisi tersebut, dikenal pula istilah kebaya Kartini dengan ciri potongan sederhana, panjang lurus, dan dipadukan dengan kain batik atau sarung. Desain ini mencerminkan keanggunan sekaligus kekuatan karakter perempuan Indonesia dalam balutan busana tradisional.