Kabar gembira bagi masyarakat Jember, Jawa Timur, karena konektivitas udara dengan ibu kota Jakarta akan segera pulih. Penerbangan maskapai Fly Jaya dengan rute Jember-Jakarta di Bandara Notohadinegoro dijadwalkan untuk dibuka kembali pada 11 November 2025 mendatang. Langkah ini merupakan hasil dari penandatanganan kesepakatan penting antara Pemerintah Kabupaten Jember dan PT Surya Mataram Nusantara.
Kesepakatan strategis ini diresmikan di Pendapa Wahyawibawagraha Jember pada Selasa malam, menandai babak baru bagi aksesibilitas dan potensi ekonomi daerah. Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Deputi Komersial Direktur PT Surya Mataram Nusantara, Ary Mercyanto, secara resmi meneken perjanjian kerja sama tersebut. Perjanjian ini berfokus pada layanan angkutan udara di Bandara Notohadinegoro Jember.
Pembukaan kembali rute ini bukan sekadar pemulihan layanan transportasi, melainkan kebutuhan strategis yang diharapkan mampu membuka peluang investasi. Bupati Fawait menegaskan bahwa koneksi langsung ini sangat vital untuk menarik investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jember. Hal ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan aksesibilitas yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Jember telah mengambil langkah signifikan dalam upaya meningkatkan konektivitas daerah dengan ibu kota. Penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama antara Bupati Jember Muhammad Fawait dan Deputi Komersial Direktur PT Surya Mataram Nusantara, Ary Mercyanto, menjadi tonggak penting. Acara ini berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, menandai komitmen serius kedua belah pihak.
Bupati Fawait mengungkapkan rasa syukurnya atas finalisasi rencana ini yang bertujuan menyambungkan Jember dengan pusat pertumbuhan ekonomi, Jakarta. "Alhamdulillah bahwa rencana kami untuk terus menyambungkan Jember dengan pusat pertumbuhan ekonomi yakni ibu kota Jakarta pada tahapan finalisasi untuk menuju penerbangan yang permanen," kata Bupati Fawait. Beliau menekankan bahwa penerbangan Jember-Jakarta bukan hanya keinginan, melainkan kebutuhan.
Kebutuhan strategis ini, menurut Bupati, sangat krusial untuk membuka peluang investasi di Jember. Dengan adanya koneksi langsung, diharapkan investor akan lebih tertarik untuk datang dan berinvestasi di wilayah tersebut. Hal ini secara langsung akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat Jember.
Advertisement
Setelah melalui serangkaian uji coba dan evaluasi, Jember kini resmi terkoneksi langsung dengan ibu kota. Konektivitas ini dipandang sebagai lebih dari sekadar transportasi; ini adalah akses vital untuk investasi dan pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Fly Jaya, sebagai maskapai yang ditunjuk, siap menjalankan kembali operasionalnya.
Advertisement
Deputi Komersial Direktur PT Surya Mataram Nusantara (Fly Jaya), Ary Mercyanto, menjelaskan detail mengenai rencana operasional penerbangan yang akan datang. Pihaknya kembali ke Jember untuk memulai kembali penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara Notohadinegoro Jember. Hal ini menunjukkan keseriusan maskapai dalam melayani rute vital ini.
Penerbangan rute Jakarta-Jember-Jakarta akan kembali dibuka pada 11 November 2025. Layanan ini akan menggunakan pesawat jenis ATR-72 yang memiliki kapasitas hingga 70 penumpang. Jadwal penerbangan akan sama seperti sebelumnya, yakni dua hari dalam sepekan, setiap hari Selasa dan Kamis, memberikan konsistensi bagi para pengguna jasa transportasi udara.
Untuk jadwal penerbangan, pesawat akan lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 07.45 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara Notohadinegoro Jember pukul 10.05 WIB. Sementara itu, untuk rute sebaliknya, pesawat akan lepas landas dari Bandara Jember pukul 10.35 WIB dan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 12.55 WIB, memastikan efisiensi waktu perjalanan.
Advertisement
Selain itu, terdapat rencana penting untuk penambahan fasilitas di Bandara Notohadinegoro, yaitu fasilitas refueling atau pengisian bahan bakar. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas atau daya angkut pesawat, sekaligus berpotensi menurunkan biaya operasional. Langkah ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan penerbangan Jember-Jakarta.
Advertisement
Sebelumnya, penerbangan perdana maskapai Fly Jaya untuk rute Jakarta-Jember-Jakarta telah dilakukan pada 23 September 2025. Namun, operasional penerbangan komersial tersebut sempat dihentikan sementara pada 14 Oktober 2025. Penghentian ini dilakukan dengan alasan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional yang telah berjalan.
Ary Mercyanto dari Fly Jaya menjelaskan bahwa pihaknya sangat berhati-hati dalam operasional, terutama karena adanya keterlibatan uang pemerintah. "Setelah kami melakukan evaluasi bersama terhadap operasional penerbangan yang sudah berjalan dan melihat ada keterlibatan uang pemerintah, sehingga kami sebagai pihak swasta sangat berhati-hati sekali," ujarnya. Evaluasi ini menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan layanan.
Meskipun sempat berhenti, hasil evaluasi menunjukkan adanya potensi dan kebutuhan yang kuat untuk melanjutkan penerbangan ini. Pembukaan kembali pada November 2025 ini menjadi bukti komitmen dari kedua belah pihak untuk menyediakan layanan transportasi udara yang stabil dan berkelanjutan. Harapannya, layanan ini dapat berjalan lebih lancar dan efektif ke depannya.
Advertisement
Dengan dibukanya kembali penerbangan Jember-Jakarta, diharapkan akan tercipta dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian Jember. Akses yang lebih mudah ke ibu kota akan memfasilitasi perjalanan bisnis, pariwisata, dan koneksi personal, mendukung visi Jember sebagai daerah yang terhubung dan berkembang. Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi Jember.
Sumber: AntaraNews