Penyaluran THR Papua Barat Dorong Aktivitas Ekonomi Jelang Idul Fitri 1447 H
DJPb Papua Barat sebut penyaluran THR bagi aparatur negara dorong aktivitas ekonomi lokal menjelang Idul Fitri 1447 H, ciptakan momentum pertumbuhan positif.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua Barat mengumumkan bahwa penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara telah memberikan dorongan signifikan terhadap aktivitas ekonomi. Hal ini terjadi menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Papua Barat, Moch Abdul Kobir, menjelaskan bahwa peningkatan belanja pemerintah melalui THR ini secara langsung memicu pertumbuhan di berbagai sektor usaha. Sektor-sektor seperti akomodasi dan makan minum menjadi yang paling terdampak positif.
Pola serupa terlihat pada Idul Fitri 1446 Hijriah, di mana penyaluran THR berkontribusi pada peningkatan konsumsi pemerintah sekitar 7-8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Ini menunjukkan efektivitas THR sebagai stimulus fiskal untuk perekonomian daerah.
Dampak Penyaluran THR terhadap Sektor Ekonomi Lokal
Peningkatan belanja pemerintah yang berasal dari penyaluran THR Papua Barat memberikan kontribusi positif yang nyata. Aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha mengalami peningkatan signifikan. Hal ini berkaitan langsung dengan mobilitas dan tingkat konsumsi masyarakat setempat.
Beberapa sektor menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Sektor transportasi dan jasa pergudangan tumbuh sekitar 1-2 persen, sementara sektor perdagangan meningkat di kisaran 5-6 persen. Sektor akomodasi dan makanan minum bahkan mencatat pertumbuhan 7-8 persen secara tahunan.
Moch Abdul Kobir memproyeksikan bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada tahun 2026 akan berada pada kisaran yang relatif sama. Proyeksi ini didasarkan pada pola positif yang terlihat dari tahun sebelumnya.
Penyaluran THR Papua Barat menjadi salah satu stimulus fiskal yang efektif. Ini menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada triwulan pertama setiap tahun seiring peningkatan konsumsi masyarakat.
Realisasi Penyaluran THR di Papua Barat
Realisasi penyaluran THR Papua Barat bagi aparatur negara per 12 Maret 2026 mencapai angka yang substansial. Totalnya tercatat sebanyak Rp89,90 miliar.
Penyaluran ini dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manokwari dan KPPN Fakfak. Dana tersebut didistribusikan kepada 28.801 pegawai.
Rincian penerima THR mencakup 16.899 PNS, TNI, dan Polri. Selain itu, terdapat 1.665 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 272 Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN).
Kobir menambahkan bahwa 7.965 orang lainnya menerima THR dalam bentuk tunjangan kinerja. Ini menunjukkan cakupan luas dari program penyaluran THR di wilayah Papua Barat.
Sumber: AntaraNews