Pemprov Lampung Siagakan 1.222 Unit Irigasi Perpompaan Antisipasi El Nino
Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan 1.222 unit irigasi perpompaan untuk menghadapi potensi El Nino pada tahun 2026. Kesiapan Irigasi Perpompaan Lampung ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan kesiapan maksimal dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026. Sebanyak 1.222 unit irigasi perpompaan telah disiagakan untuk mendukung sektor pertanian di seluruh wilayah. Kesiapan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dini guna memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan.
Program penguatan penyediaan sumber daya air ini digalakkan oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2024. Melalui optimalisasi lahan, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta penyiapan alat dan mesin pertanian (alsintan), Lampung bertekad lebih siap dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Ummihani, menegaskan bahwa program ini diharapkan berfungsi optimal pada 2026.
Unit irigasi perpompaan tersebut telah dibangun secara bertahap sejak tahun 2024 hingga 2025. Dengan penyebaran di 14 kabupaten dan kota, infrastruktur ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif. Langkah strategis ini diambil untuk meminimalkan kerugian akibat El Nino, khususnya pada lahan pertanian yang rentan kekeringan.
Kesiapan Irigasi Perpompaan Lampung Hadapi El Nino
Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah unit irigasi perpompaan yang siap beroperasi. Pada tahun 2024, terdapat 415 unit, dan jumlah ini meningkat drastis menjadi 1.222 unit pada tahun 2026. Peningkatan ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Lampung dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian.
Elvira Ummihani menjelaskan bahwa kesiapan ini akan sangat membantu mengatasi dampak El Nino, meskipun belum mencakup seluruh lahan pertanian tadah hujan. Namun, pengalaman dari musim kemarau sebelumnya menunjukkan efektivitas irigasi perpompaan. Koordinasi lanjutan akan terus dilakukan untuk menyusun strategi komprehensif menghadapi fenomena El Nino.
Program penguatan sumber daya air ini tidak hanya berfokus pada irigasi perpompaan, tetapi juga mencakup irigasi perpipaan dan konservasi. Diversifikasi program ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengairan yang lebih tangguh dan adaptif. Dengan demikian, sektor pertanian Lampung diharapkan dapat terus produktif meskipun dihadapkan pada tantangan iklim ekstrem.
Distribusi Irigasi Perpompaan di Seluruh Wilayah
Sebanyak 1.222 unit irigasi perpompaan tersebar merata di 14 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Distribusi ini dirancang untuk menjangkau area pertanian yang paling membutuhkan. Kabupaten Lampung Timur menjadi wilayah dengan jumlah unit terbanyak, mencapai 247 unit, diikuti oleh Way Kanan dengan 209 unit.
Berikut rincian distribusi irigasi perpompaan di berbagai kabupaten/kota:
Penyebaran yang luas ini menunjukkan upaya Pemprov Lampung untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam program antisipasi El Nino. Setiap unit diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi petani di daerah masing-masing.
Program Irigasi Pendukung Lainnya
Selain irigasi perpompaan, Pemprov Lampung juga mengimplementasikan program irigasi perpipaan dan konservasi untuk memperkuat ketahanan air. Pada tahun 2026, total 95 unit irigasi perpipaan akan tersedia, meningkat dari 12 unit pada tahun 2024. Unit-unit ini tersebar di tujuh kabupaten/kota, dengan Way Kanan memiliki jumlah terbanyak yaitu 34 unit.
Rincian distribusi irigasi perpipaan meliputi Lampung Barat 14 unit, Lampung Selatan 6 unit, Lampung Tengah 19 unit, Way Kanan 34 unit, Pesawaran 15 unit, Pesisir Barat 4 unit, dan Kota Metro 3 unit. Program ini melengkapi upaya penyediaan air melalui metode perpompaan, memastikan pasokan air yang lebih stabil untuk lahan pertanian.
Untuk konservasi, sebanyak 110 unit akan tersedia pada tahun 2026, tersebar di dua belas kabupaten. Lampung Barat, Lampung Tengah, Lampung Timur, Way Kanan, dan Pesawaran masing-masing mendapatkan 15 unit. Program konservasi ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan mencegah degradasi lahan. Seluruh program ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang Pemprov Lampung dalam menghadapi tantangan iklim dan menjaga produktivitas pertanian.
Sumber: AntaraNews