Wagub Lampung Dorong Penguatan Ketersediaan Air Hadapi Godzilla El Nino, Jaga Pertanian
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta pemerintah daerah perkuat ketersediaan air untuk mitigasi dampak Godzilla El Nino, memastikan sektor pertanian tetap produktif dan menjaga ketahanan pangan.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyerukan kepada 15 kabupaten dan kota di provinsi tersebut untuk memperkuat ketersediaan sumber daya air. Langkah ini krusial guna menjaga sektor pertanian tetap produktif dalam menghadapi ancaman fenomena Godzilla El Nino atau kemarau ekstrem yang diperkirakan lebih parah.
Peringatan ini disampaikan di Bandarlampung pada Jumat, 10 April, mengingat Lampung merupakan salah satu daerah dengan produktivitas pertanian yang signifikan. Mitigasi dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak buruk dari musim kemarau panjang yang akan datang.
Menurut Jihan Nurlela, informasi dari BMKG menunjukkan bahwa kemarau ekstrem akan dimulai pada Mei dan puncaknya diperkirakan terjadi pada September. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan terpadu harus segera dilakukan tanpa penundaan.
Ancaman Godzilla El Nino dan Urgensi Mitigasi Dini
Fenomena Godzilla El Nino diprediksi akan membawa kemarau yang lebih parah dibandingkan El Nino sebelumnya, menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak terkait. Wakil Gubernur Jihan Nurlela menekankan pentingnya mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.
Sebagai provinsi dengan sektor pertanian yang sangat produktif, Lampung harus mengambil langkah mitigasi lebih cepat dan komprehensif. Pendekatan terpadu diperlukan untuk menangani tantangan ini, menghindari penanganan secara parsial yang kurang efektif.
Pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota di Lampung diminta untuk segera memitigasi dampak kemarau ekstrem ini sejak saat ini. Keterlambatan dalam antisipasi dapat berakibat fatal bagi keberlangsungan pertanian dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Strategi Penguatan Sumber Daya Air Pertanian
Salah satu fokus utama mitigasi adalah penguatan sumber daya air melalui optimalisasi berbagai instrumen infrastruktur. Ini mencakup revitalisasi dan penataan pompa, sumur bor, serta embung yang ada di berbagai wilayah pertanian.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan air yang cukup bagi lahan pertanian, terutama menjelang dan selama periode kemarau ekstrem. Ketersediaan air yang memadai adalah fondasi utama untuk menjaga produktivitas pertanian.
Penguatan infrastruktur air ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan sistem irigasi yang baik dan sumber air yang terkelola, risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalisir secara signifikan.
Percepatan Tanam dan Adaptasi Varietas Unggul
Selain penguatan infrastruktur, beberapa langkah mitigasi lain di sektor pertanian dan pangan perlu segera diimplementasikan sebelum kemarau ekstrem dimulai pada April-Juni. Percepatan tanam menjadi prioritas untuk memungkinkan panen sebelum puncak kekeringan.
Pemanfaatan pompanisasi dan penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan resiliensi pertanian. Teknologi dan inovasi dalam pemilihan benih dapat menjadi solusi efektif menghadapi kondisi lingkungan yang menantang.
Pemerintah daerah juga didorong untuk mengaktifkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai jaring pengaman bagi petani. Sinergitas antara Dinas Pertanian dan Bulog juga penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasar.
Dampak Luas dan Target Produksi Padi Lampung
Fenomena kemarau ekstrem ini diperkirakan memiliki dampak yang cukup luas, tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga permukiman, perkebunan, dan hortikultura. Daerah-daerah yang berisiko kekurangan air bersih tentu menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan.
Meskipun demikian, Lampung patut bersyukur atas peningkatan produksi padi yang signifikan, dari 2,73 juta ton gabah kering giling pada tahun 2024 menjadi 3,25 juta ton pada tahun 2025. Pencapaian ini harus dijaga agar tidak menurun akibat Godzilla El Nino.
Kekhawatiran utama adalah potensi penurunan produktivitas yang sudah dicapai jika mitigasi tidak dilakukan secara serius dan terpadu. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk melindungi hasil pertanian yang telah dicapai dan memastikan ketersediaan air tetap terjaga.
Sumber: AntaraNews