Pemkot Ambon Gelar Ramadhan Fair di Pasar Apung, Pacu Ekonomi Warga Jelang Idul Fitri 2026
Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perhubungan menggelar Ramadhan Fair di area bekas Pasar Apung. Inisiatif ini bertujuan memacu perputaran ekonomi warga menjelang Idul Fitri 2026, sekaligus memanfaatkan lahan yang belum optimal.
Pemerintah Kota Ambon, Maluku, melalui Dinas Perhubungan, kembali menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Mereka menggelar Ramadhan Fair di area parkir bekas Pasar Apung selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Inisiatif ini secara khusus dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Penjabat Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Ambon, Gino Pattiasina, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan ide inovatif. Tujuannya adalah memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. Pedagang dapat memperoleh keuntungan, sementara warga bisa dengan mudah memenuhi berbagai kebutuhan Ramadhan mereka.
Ramadhan Fair Ambon ini berlangsung selama satu bulan penuh, memanfaatkan lahan parkir bekas Pasar Apung yang sebelumnya belum optimal penggunaannya. Berbagai jenis dagangan tersedia, mulai dari sembako, kuliner lezat, hingga fesyen terkini. Ini menjadi solusi belanja satu atap bagi warga Ambon.
Inovasi Pemkot Ambon untuk Ekonomi Warga
Kegiatan Ramadhan Fair ini menjadi bukti nyata inovasi Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung perekonomian lokal. Penjabat Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Ambon, Gino Pattiasina, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar acara musiman. Lebih dari itu, ia merupakan upaya strategis untuk menciptakan ruang usaha baru bagi masyarakat Ambon.
Para pedagang kini memiliki platform yang terorganisir untuk menjajakan produk mereka, mulai dari kebutuhan pokok hingga barang-barang fesyen. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan omzet pedagang, tetapi juga memudahkan warga dalam mencari kebutuhan Ramadhan. Warga tidak perlu lagi berkeliling ke banyak tempat untuk berbelanja.
Inisiatif ini juga menunjukkan bagaimana pemerintah daerah dapat memanfaatkan aset yang ada secara lebih produktif. Lahan parkir bekas Pasar Apung yang tadinya sepi kini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai. Ini adalah contoh bagaimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang signifikan.
Optimalisasi Lahan Bekas Pasar Apung dan Dampak Pendapatan Daerah
Pemanfaatan area parkir bekas Pasar Apung untuk Ramadhan Fair merupakan langkah cerdas dalam optimalisasi aset daerah. Gino Pattiasina menjelaskan bahwa lokasi tersebut memang tidak dialihfungsikan secara permanen sebagai tempat berdagang. Namun, penggunaan sementara ini memanfaatkan potensi lahan yang selama ini kurang maksimal.
Area parkir tersebut kerap sepi karena jaraknya yang cukup jauh dari Pasar Mardika dan Pasar Arumbae. Masyarakat seringkali keberatan untuk parkir di sana karena alasan jarak. Dengan adanya Ramadhan Fair, lahan ini menjadi hidup dan berfungsi lebih baik bagi kepentingan publik dan ekonomi.
Selain mendorong perputaran ekonomi warga, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan daerah. Gino Pattiasina menyebutkan adanya retribusi parkir, retribusi pedagang, hingga retribusi sampah. Khusus untuk retribusi parkir, sistem non-tunai melalui mesin m-pos diterapkan, memastikan dana langsung masuk ke kas daerah Kota Ambon.
Ramadhan Fair Sebagai Pusat Belanja Alternatif
Ramadhan Fair Ambon di area bekas Pasar Apung ini dirancang untuk menjadi alternatif pusat belanja yang nyaman dan terjangkau. Dengan panjang sekitar 100 meter, area ini mampu menampung hingga 30 pedagang. Beragam produk esensial dan pelengkap Ramadhan tersedia lengkap di satu lokasi.
Masyarakat dapat menemukan berbagai kebutuhan pokok (sembako), hidangan berbuka puasa (kuliner), serta pakaian baru untuk Idul Fitri (fesyen). Keberagaman produk ini menjadikan Ramadhan Fair sebagai destinasi belanja yang efisien bagi keluarga. Hal ini juga mendukung pedagang kecil dan menengah untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Gino Pattiasina berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi tahunan yang dinantikan. Tujuannya adalah untuk menggerakkan ekonomi warga secara lebih tertib dan terorganisasi. Keberadaan Ramadhan Fair ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Ambon.
Sumber: AntaraNews