Peukan Ramadhan Banda Aceh 2026: Pemkot Targetkan Transaksi Rp2 Miliar, Dorong Ekonomi Lokal
Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan perputaran uang lebih dari Rp2 miliar pada Peukan Ramadhan Banda Aceh 1447 H, sebuah upaya penguatan UMKM dan pengentasan kemiskinan.
Pemerintah Kota Banda Aceh memproyeksikan perputaran uang yang signifikan selama penyelenggaraan Peukan Raya Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan tahunan ini ditargetkan mampu mencapai nilai transaksi lebih dari Rp2 miliar, menunjukkan optimisme terhadap geliat ekonomi lokal.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, secara resmi membuka Peukan Raya Ramadhan pada Jumat (27/2). Acara ini akan berlangsung hingga 13 Maret 2026, berlokasi strategis di kawasan Pasar Aceh.
Peukan Raya Ramadhan 1447 H tidak hanya bertujuan meramaikan suasana bulan suci, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat sektor UMKM di Banda Aceh.
Target Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM
Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan 10.000 pengunjung setiap hari selama Peukan Raya Ramadhan berlangsung. Dengan target pengunjung yang tinggi, proyeksi perputaran uang di atas Rp2 miliar dianggap realistis.
Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah terjadinya transaksi nyata, bukan sekadar keramaian seremonial. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam penguatan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Ajang ini menghadirkan sebanyak 120 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kuliner Ramadhan dan produk kreatif. Partisipasi UMKM dalam kegiatan ini tidak dipungut biaya, alias gratis, memberikan kesempatan luas bagi pelaku usaha lokal.
Penempatan Peukan Raya Ramadhan di pusat kota, terintegrasi dengan Pasar Aceh dan Masjid Raya Baiturrahman, sengaja dilakukan untuk menarik lebih banyak warga. Lokasi strategis ini diharapkan dapat memancing kunjungan dan transaksi yang lebih masif.
Tiga Zona Utama Peukan Ramadhan
Peukan Raya Ramadhan 1447 H dirancang dengan menghadirkan tiga zona utama yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Setiap zona memiliki fokus dan aktivitasnya sendiri untuk menarik berbagai kalangan masyarakat.
Zona pertama adalah "Peukan Raseuki" atau pasar rezeki, yang menyajikan beragam makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Zona ini menjadi surga kuliner bagi masyarakat yang mencari hidangan khas Ramadhan.
Kemudian, terdapat "Peukan Khanduri" atau pasar kenduri, yang memfasilitasi kegiatan berbuka bersama. Di zona ini, takjil akan dibagikan secara gratis kepada pengunjung dengan tradisi "teumok" atau makan bersama yang telah lama ada di Aceh.
Zona ketiga adalah "Peukan Silaturahmi", yang akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan dan kegiatan interaktif. Zona ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga selama bulan Ramadhan, menciptakan suasana kebersamaan dan kegembiraan.
Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan
Kegiatan Peukan Raya Ramadhan ini juga merupakan bagian dari ikhtiar kolektif dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Wali Kota Illiza menyoroti bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah kota untuk menekan angka kemiskinan.
Berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan di Kota Banda Aceh telah berhasil diturunkan menjadi 5,45 persen, dari sebelumnya 6,95 persen. Penurunan ini mengindikasikan bahwa sekitar 4.000 warga telah berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan dampak nyata dari kebijakan penguatan UMKM, stabilisasi harga, serta perluasan akses pembiayaan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga turut berkontribusi pada keberhasilan ini.
Oleh karena itu, Peukan Raya Ramadhan 1447 H bukan sekadar agenda ekonomi semata, melainkan strategi komprehensif pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan. Tujuannya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif, dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews