DPRD Singkawang Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Listrik Bergilir, Ekonomi Terancam
Pemadaman listrik bergilir di Singkawang kian meresahkan masyarakat dan pelaku usaha. DPRD Singkawang mendesak PLN segera mencari solusi, mengingat dampak signifikan terhadap ekonomi kota jasa dan pariwisata ini.
DPRD Kota Singkawang mendesak PT PLN untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi di berbagai wilayah kota. Kondisi ini dinilai telah berdampak serius pada aktivitas sehari-hari masyarakat serta perekonomian daerah. Ketua Komisi II DPRD Kota Singkawang, Harry Sarasati Widha S, menekankan urgensi penanganan masalah ini.
Pemadaman listrik yang berlangsung selama beberapa jam tidak hanya mengganggu kenyamanan rumah tangga, tetapi juga menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Singkawang sebagai kota jasa dan pariwisata merasakan dampak langsung dari gangguan ini.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap PLN dapat memberikan penjelasan transparan mengenai penyebab pemadaman dan langkah-langkah pemulihan. Mereka juga mengingatkan PLN untuk memperhatikan hak-hak konsumen yang telah memenuhi kewajiban pembayaran tagihan listrik tepat waktu. Solusi cepat diharapkan dapat mengembalikan stabilitas pasokan listrik di Kota Singkawang.
Dampak Pemadaman Listrik Singkawang pada Sektor Ekonomi
Pemadaman listrik bergilir di Singkawang telah memukul sektor ekonomi, khususnya bagi para pelaku UMKM. Harry Sarasati Widha S mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi di sejumlah pusat usaha mulai terganggu secara signifikan. Banyak pelaku usaha di kawasan Pasar Hongkong, warung makan, kedai kopi, hingga industri rumahan melaporkan penurunan omzet akibat terhambatnya operasional.
Selain kerugian operasional, pemadaman listrik juga menimbulkan risiko kerusakan bahan baku makanan yang disimpan di lemari pendingin. Berbagai peralatan elektronik rumah tangga dan kebutuhan lain yang sangat bergantung pada pasokan listrik menjadi tidak dapat digunakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian finansial yang ditanggung masyarakat.
Di era digitalisasi ekonomi saat ini, pasokan listrik adalah kebutuhan primer bagi masyarakat dan pelaku usaha. Gangguan listrik dalam waktu lama secara langsung mengganggu transaksi digital, operasional bisnis, dan pelayanan kepada konsumen. Kondisi ini menghambat pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan ketidakpastian bagi para pengusaha di Singkawang.
Tuntutan DPRD Singkawang dan Hak Konsumen
DPRD Singkawang mendesak PT PLN untuk memberikan penjelasan yang jelas dan terbuka mengenai penyebab pasti pemadaman listrik bergilir ini. Mereka juga menuntut PLN untuk segera memaparkan langkah-langkah konkret yang ditempuh guna mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Tujuannya agar kondisi pemadaman tidak berlarut-larut dan semakin merugikan warga.
Harry Sarasati Widha S secara tegas mengingatkan PLN untuk memperhatikan hak-hak konsumen sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat selalu memenuhi kewajiban pembayaran tagihan listrik tepat waktu, sehingga wajar jika mereka menuntut pelayanan yang optimal. Ketika terjadi gangguan pelayanan, PLN harus bertanggung jawab penuh.
Tanggung jawab tersebut termasuk memberikan kompensasi yang sesuai kepada pelanggan yang terdampak pemadaman. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa hak-hak konsumen terlindungi. DPRD akan terus memantau upaya PLN dalam menyelesaikan masalah ini demi kepentingan masyarakat Singkawang.
Respons PLN dan Prioritas Pemulihan Sistem Kelistrikan
Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan bahwa gangguan pada sistem pembangkit menjadi penyebab utama pemadaman bergilir. Proses perbaikan telah dilakukan sejak Kamis (2/7), namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sepenuhnya. Oleh karena itu, pemadaman bergilir masih diperlukan dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pelayanan pemerintahan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pelayanan publik esensial tetap dapat berjalan tanpa hambatan. PLN berkomitmen untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.
Upaya ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik di Kota Singkawang dapat segera kembali normal. Berdasarkan pantauan di lapangan, pemadaman listrik pada Sabtu terjadi di beberapa wilayah seperti Jalan Alianyang, Pelangi, Terminal Induk, Kuala, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Ahmad Yani, dengan durasi antara lima hingga tujuh jam.
Sumber: AntaraNews