Pemkot Bengkulu Terapkan Pembayaran Parkir Nontunai di Belungguk Point, Tingkatkan Transparansi
Pemerintah Kota Bengkulu secara resmi memulai era Pembayaran Parkir Nontunai berbasis QRIS di kawasan Belungguk Point, langkah strategis untuk transparansi retribusi dan kemudahan masyarakat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu secara resmi mengumumkan dimulainya sistem pembayaran parkir nontunai di kawasan Belungguk Point. Inisiatif ini menandai transformasi penting dalam pengelolaan retribusi daerah. Penerapan dilakukan melalui penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang bekerja sama dengan Bank Bengkulu.
Langkah modernisasi ini bertujuan utama untuk meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi parkir, khususnya di wilayah Kota Bengkulu. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari upaya digitalisasi layanan. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat pengguna jasa parkir.
Penerapan sistem pembayaran parkir nontunai berbasis QRIS ini dimulai pada Jumat, 27 Februari 2026. Skema pembayaran dirancang agar saldo langsung masuk ke rekening juru parkir, menjaga kelancaran operasional di lapangan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah bulan Ramadhan untuk mempertimbangkan perluasan titik layanan.
Manfaat Digitalisasi untuk Kemudahan dan Transparansi
Penerapan pembayaran parkir nontunai dengan QRIS membawa banyak keuntungan bagi warga Kota Bengkulu. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa sistem ini merupakan solusi efektif untuk masalah uang kembalian yang sering dikeluhkan warga. Dengan QRIS, nominal pembayaran menjadi pas, menghilangkan potensi selisih atau kekurangan kembalian.
Menurut Dedy Wahyudi, masalah uang kembalian seringkali mengakibatkan warga membayar lebih dari tarif seharusnya. Misalnya, parkir motor Rp2 ribu dibayar Rp5 ribu tanpa dikembalikan. Dengan sistem digital ini, kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini sangat menguntungkan bagi keuangan daerah.
Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, juga menekankan bahwa digitalisasi ini adalah bagian dari mengikuti tren global. Upaya ini bertujuan untuk memberikan layanan yang lebih modern dan efisien kepada masyarakat. Sistem ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem parkir yang lebih tertib dan akuntabel.
Skema Pembayaran dan Dukungan UMKM Lokal
Skema penerapan QRIS untuk juru parkir di Belungguk Point dirancang khusus agar tetap efisien. Saldo yang dibayarkan warga melalui QRIS tidak langsung masuk ke kas daerah. Namun, dana tersebut akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing juru parkir. Ini memastikan pola kerja di lapangan tetap berjalan lancar dan administrasi tetap tertib.
Saat ini, sudah ada beberapa titik di Belungguk Point yang telah menerapkan sistem pembayaran nontunai ini. Bapenda Kota Bengkulu berencana melakukan evaluasi komprehensif setelah bulan Ramadhan. Evaluasi ini akan menentukan penambahan titik-titik baru untuk penerapan QRIS di seluruh Kota Bengkulu.
Belungguk Point sendiri merupakan pusat kegiatan yang juga diramaikan oleh sekitar 200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Wali Kota Dedy Wahyudi mendorong transaksi nontunai tidak hanya untuk parkir, tetapi juga untuk belanja di UMKM tersebut. Ini adalah bagian dari percepatan digitalisasi daerah secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews