Pemkab Bantul Dorong Optimalisasi Pekarangan untuk Hortikultura, Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Bantul memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk Optimalisasi Pekarangan Bantul, memanfaatkan lahan kosong demi ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengambil langkah strategis dengan memberdayakan kelompok wanita tani (KWT) di wilayahnya. Pemberdayaan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan tanaman hortikultura. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bantul dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan masa depan yang semakin besar.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan pentingnya inisiatif ini dalam sebuah acara di Bantul pada Kamis (16/4/2026). Ia menekankan bahwa optimalisasi lahan pekarangan di lingkungan tempat tinggal masyarakat merupakan solusi konkret. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Program ini secara khusus menyoroti peran vital ibu-ibu yang tergabung dalam KWT sebagai garda terdepan. Keterlibatan aktif mereka diharapkan dapat menjadikan lahan pekarangan tidak hanya sebagai area kosong, tetapi juga sumber produksi pangan yang signifikan. Inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga serta kesejahteraan komunitas secara keseluruhan.
Potensi Lahan Pekarangan dan Ketahanan Pangan
Bupati Abdul Halim Muslih menyoroti besarnya potensi lahan pekarangan di Kabupaten Bantul yang belum termanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, luas lahan sawah di Bantul kurang dari 14 ribu hektare, sementara lahan pekarangan mencapai sekitar 16 ribu hektare. “Sawah kita luasnya kurang dari 14 ribu hektare, sementara lahan pekarangan luasnya sekitar 16 ribu hektare. Ini potensi besar yang harus kita manfaatkan, terutama untuk tanaman hortikultura,” katanya.
Pemanfaatan lahan pekarangan untuk hortikultura dianggap sebagai strategi yang efektif dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan dapat ditanam dalam skala kecil namun memberikan hasil yang signifikan untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kelebihan hasil panen juga bisa dijual, menambah pemasukan ekonomi keluarga.
Keterlibatan KWT menjadi kunci dalam mewujudkan Optimalisasi Pekarangan Bantul ini. Ibu-ibu memiliki peran sentral dalam mengelola pekarangan dan seringkali lebih telaten dalam merawat tanaman. Oleh karena itu, Pemkab Bantul sangat mengandalkan partisipasi aktif mereka dalam program ini.
Peran Strategis KWT dalam Pembangunan Pertanian
Bupati Halim secara tegas menyatakan bahwa keberhasilan program Optimalisasi Pekarangan Bantul sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif ibu-ibu KWT. Ia mendorong adanya perencanaan program yang konkret dan berkelanjutan antara KWT Projo Wanita Mukti bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul. Kolaborasi ini penting untuk memastikan optimalisasi lahan pekarangan berjalan efektif dan berkesinambungan.
“Keberadaan ibu-ibu KWT sangat strategis bagi tercapainya ketahanan pangan di Bantul. Ini menjadi 'PR' bersama bagaimana merancang suatu agenda aksi penanaman di lahan pekarangan, optimalisasi lahan pekarangan terutama untuk tanaman hortikultura,” ujar Bupati.
Tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan ke depan semakin besar, sehingga diperlukan semangat yang tidak boleh surut dari semua pihak. DKPP Bantul sendiri aktif dalam berbagai program pertanian di wilayah tersebut, termasuk distribusi pupuk bersubsidi dan pengenalan pertanian kepada pelajar, menunjukkan komitmen Pemkab terhadap sektor pangan.
Harapan untuk Kepengurusan Baru Asosiasi KWT
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Halim juga menyampaikan harapannya kepada kepengurusan Asosiasi KWT Projo Wanita Mukti Bantul masa bakti 2026–2029 yang baru saja dilantik. Ia berharap kepengurusan baru ini akan semakin berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Atas nama Pemkab Bantul selamat atas pengukuhan asosiasi KWT Bantul, semoga kepengurusan baru ini akan meningkatkan semangat, meningkatkan dedikasi kita untuk Kabupaten Bantul,” kata Bupati.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, KWT diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan di Kabupaten Bantul melalui Optimalisasi Pekarangan Bantul.
Sumber: AntaraNews