Pemkab Banjar Genjot Penguatan Ekonomi Desa Melalui Optimalisasi Peran Pemuda dan Karang Taruna
Pemerintah Kabupaten Banjar mengambil langkah strategis untuk Penguatan Ekonomi Desa dengan memberdayakan pemuda melalui Karang Taruna, menciptakan peluang usaha produktif dan lapangan kerja baru.
Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis untuk Penguatan Ekonomi Desa. Inisiatif ini berfokus pada pemberdayaan pemuda sebagai motor penggerak utama. Program ini bertujuan mengoptimalkan peran Karang Taruna dalam mengembangkan usaha produktif dan potensi lokal masyarakat.
Langkah progresif ini diarahkan agar pemuda tidak hanya terlibat dalam kegiatan sosial semata. Mereka juga diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru yang signifikan. Dampaknya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di tingkat desa.
Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi, menegaskan pentingnya Karang Taruna dalam pembangunan desa. Beliau menyebut organisasi ini sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas. Pernyataan ini disampaikan di Banjarbaru pada Minggu.
Karang Taruna sebagai Motor Penggerak Ekonomi
Said Idrus Al Habsyi menjelaskan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. Organisasi ini dilandasi kesadaran serta tanggung jawab sosial yang tinggi. Oleh karena itu, Karang Taruna memiliki peran krusial dalam pembangunan desa secara menyeluruh. Penguatan peran pemuda ini sangat penting dalam konteks pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi berbasis desa.
Meskipun demikian, Said mengakui bahwa masih banyak Karang Taruna yang belum mengoptimalkan fungsi ekonominya. Selama ini, organisasi tersebut lebih dikenal dengan kegiatan sosial dan seremonial. Padahal, potensi ekonomi yang bisa digali sangat besar.
“Karang taruna diharapkan mampu memperluas peran, di antaranya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, promosi potensi pariwisata desa, hingga penggerak kegiatan ekonomi produktif,” ucapnya. Keterlibatan aktif pemuda dalam sektor ekonomi desa akan memperkuat daya tahan ekonomi lokal. Hal ini juga secara langsung membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Optimalisasi Fungsi Ekonomi Pemuda
Keterlibatan pemuda dalam sektor ekonomi desa tidak hanya menciptakan peluang usaha. Mereka juga diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat dalam mendorong kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa peran pemuda melampaui aspek ekonomi. Mereka juga menjadi agen perubahan sosial dan kebijakan di tingkat desa. Penguatan Ekonomi Desa menjadi tujuan utama dari inisiatif ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Banjar, Muhammad Hafizh Anshari, turut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengurus Karang Taruna adalah kunci utama. Hal ini penting agar organisasi tersebut dapat menjalankan fungsi ekonomi secara optimal. Tanpa kapasitas yang memadai, potensi ekonomi yang ada mungkin tidak akan tergarap secara maksimal. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan menjadi sangat krusial.
“Melalui kegiatan itu diharapkan kapasitas dan keaktifan pengurus karang taruna meningkat, sehingga mampu mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembangunan desa,” katanya. Inisiatif Penguatan Ekonomi Desa ini mencerminkan komitmen Pemkab Banjar. Mereka berupaya menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Ekosistem ini didorong oleh energi dan inovasi generasi muda. Dengan demikian, desa-desa di Banjar diharapkan dapat menjadi lebih mandiri dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews