Pemkab Banjar dan Pemkot Palangka Raya Jajaki Kolaborasi Pertanian dan Perikanan, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Banjar dan Pemerintah Kota Palangka Raya menjajaki kolaborasi pertanian dan perikanan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan menstabilkan harga komoditas.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan. Kolaborasi ini difokuskan pada sektor pertanian dan perikanan yang diharapkan membawa manfaat besar. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di kedua wilayah.
Rombongan Pemkot Palangka Raya yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Arbert Tombak telah diterima hangat oleh Asisten Administrasi Umum Setda Banjar Rakhmat Dhany. Pertemuan penting ini berlangsung di Martapura, Kabupaten Banjar, pada hari Minggu. Diskusi awal telah mengidentifikasi berbagai potensi kerja sama yang menjanjikan.
Penjajakan ini merupakan bagian dari upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan. Kedua daerah berharap dapat menciptakan hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Kerjasama ini diharapkan tidak hanya sebatas formalitas belaka.
Potensi Unggul Sektor Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjar
Kabupaten Banjar menunjukkan potensi luar biasa dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan. Wilayah ini menjadi salah satu lokasi penting untuk program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Program ini bertujuan mendukung swasembada beras nasional secara berkelanjutan.
Selain itu, beberapa wilayah di Kabupaten Banjar telah berhasil mengembangkan inovasi padi apung. Inovasi ini menunjukkan adaptasi terhadap kondisi geografis dan potensi peningkatan produksi. Keberadaan Waduk Riam Kanan juga menjadi aset vital.
Waduk Riam Kanan berperan besar dalam menunjang sistem pengairan untuk pertanian dan perikanan di seluruh Kabupaten Banjar. Infrastruktur ini memastikan ketersediaan air yang cukup bagi budidaya. Potensi ini siap dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi antar daerah.
Tantangan Geografis dan Kebutuhan Pangan Palangka Raya
Pemkot Palangka Raya menghadapi tantangan geografis yang signifikan dalam upaya memenuhi kebutuhan pangannya. Sekretaris Daerah Arbert Tombak menjelaskan bahwa kondisi tanah di Palangka Raya didominasi gambut dan berpasir. Kondisi ini membuat wilayah tersebut kurang potensial untuk budidaya tanaman secara luas.
Akibatnya, sebagian besar pasokan komoditas pangan untuk Palangka Raya masih sangat bergantung dari luar daerah. Ketergantungan ini dapat memengaruhi stabilitas harga dan ketersediaan barang. Oleh karena itu, kerja sama lintas daerah menjadi sangat krusial.
Kerja sama ini diharapkan dapat membantu stabilisasi harga serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Palangka Raya. Inisiatif ini juga sejalan dengan tujuan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting.
Membangun Simbiosis Mutualisme untuk Ketahanan Pangan
Rakhmat Dhany dari Pemkab Banjar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemkot Palangka Raya yang bertujuan menjajaki kerja sama. Ia meyakini Palangka Raya juga memiliki potensi besar untuk berkolaborasi. Semangat simbiosis mutualisme antar daerah menjadi landasan utama.
Arbert Tombak dari Pemkot Palangka Raya berharap kerja sama yang dijajaki ini tidak hanya sebatas formalitas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua daerah. Pertemuan ini diharapkan memberi dampak positif di masa depan.
Melalui kolaborasi pertanian dan perikanan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam menjaga ketahanan pangan. Ketersediaan pasokan yang stabil dan harga yang terkendali akan menjadi prioritas utama. Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk kesejahteraan warganya.
Sumber: AntaraNews