Pembersihan Jalan Blangkejeren-Kutacane Dikebut, Akses Logistik Kembali Lancar
Akses vital Blangkejeren-Kutacane di Aceh Tenggara dikebut pembersihannya dari material longsor dan banjir. Pembersihan Jalan Blangkejeren-Kutacane ini bertujuan melancarkan mobilisasi logistik dan aktivitas masyarakat.
Pemerintah tengah mempercepat pembersihan material sisa bencana banjir dan tanah longsor yang menutupi jalan lintas penghubung Blangkejeren, Gayo Lues, dan Kutacane, Aceh Tenggara. Upaya ini dilakukan untuk segera memulihkan aksesibilitas, memudahkan mobilisasi logistik, serta melancarkan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Proyek pembersihan ini menjadi prioritas utama guna memastikan konektivitas jalur vital di Aceh dapat berfungsi normal kembali.
Pelaksana proyek dari PT Hutama Karya (HK) (Persero), Ibrahim, mengonfirmasi bahwa timnya telah memulai pembersihan di berbagai titik ruas jalan lintas Blangkejeren–Kutacane sejak Desember 2025. Proses ini melibatkan pengerahan alat berat untuk mengatasi longsoran dan material banjir yang masih menumpuk. Target penyelesaian pembersihan material ini adalah sesegera mungkin agar jalur tersebut dapat sepenuhnya diakses tanpa hambatan.
Ibrahim menambahkan, setelah pembersihan badan jalan dari material bencana selesai, tim lain akan melanjutkan dengan revitalisasi jalan yang rusak akibat dampak bencana. Untuk mendukung percepatan ini, PT Hutama Karya menyiagakan sejumlah alat berat, termasuk wheel loader, ekskavator, dan tiga unit truk jungkit. Pihaknya bekerja intensif dari pagi hingga sore, bahkan lembur hingga tengah malam jika diperlukan, sesuai arahan pemerintah untuk menuntaskan akses jalan Blangkejeren-Kutacane secepatnya.
Percepatan Pembersihan Akses Vital Blangkejeren-Kutacane
Pembersihan jalan lintas Blangkejeren-Kutacane menjadi fokus utama pemerintah dan pihak pelaksana proyek. Ibrahim dari PT Hutama Karya (HK) (Persero) menegaskan komitmen mereka untuk menuntaskan tugas ini secepatnya. Sejak Desember 2025, tim di lapangan telah bekerja keras membersihkan material longsor dan banjir yang menghambat jalur tersebut.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pembersihan badan jalan, kemudian dilanjutkan dengan revitalisasi infrastruktur yang rusak. Untuk mendukung efisiensi kerja, berbagai alat berat seperti wheel loader, ekskavator, dan truk jungkit telah disiagakan. Tim bekerja dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dengan opsi lembur hingga tengah malam jika kondisi memungkinkan, demi mempercepat penyelesaian proyek ini.
Arahan dari pemerintah pusat sangat jelas, yaitu memastikan akses jalan dari Blangkejeren menuju Kutacane dapat segera pulih. Hal ini krusial untuk kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Fokus pada pembersihan dan perbaikan jalur ini menunjukkan keseriusan dalam penanganan dampak bencana di wilayah Aceh Tenggara.
Dukungan Kementerian PU dan Dampak Positif Pemulihan
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan perhatian serius terhadap pemulihan konektivitas jalur lintas tengah Aceh, khususnya ruas dari arah Kutacane menuju Blangkejeren hingga Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya menekankan pentingnya penanganan cepat di jalur ini.
Penanganan ruas Jalan Blangkejeren–Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara telah dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Mereka mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan wheel loader untuk mempercepat pembersihan material longsor.
Berkat upaya ini, sebagian besar kendaraan kini sudah bisa melintas di jalur tersebut. Dody Hanggodo menyatakan bahwa aset logistik, kendaraan berat, pasokan BBM, dan kebutuhan pokok lainnya sudah dapat masuk dari arah Kutacane menuju Blangkejeren atau ke Gayo Lues. Pemulihan akses ini membawa dampak positif signifikan bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews