Pemulihan Jalan Raya di Aceh Terus Dikebut, Ini Update Progres Terbaru
Pemerintah menjadikan akses jalan raya sebagai prioritas utama dalam upaya pemulihan Aceh setelah terjadinya bencana banjir dan longsor pada November 2025.
Pembukaan akses jalan raya menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya pemulihan Aceh setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025. Kini, wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi mulai terbuka satu per satu, memungkinkan distribusi bantuan dilakukan dengan lebih lancar.
Mobilitas masyarakat secara bertahap pulih, dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan. Roda perekonomian pun mulai berputar kembali. Pada hari Kamis (12/2), ruas jalan dari Kota Banda Aceh hingga Meureudu sudah terhubung dan berfungsi normal untuk semua jenis kendaraan.
Selain itu, jalan Meureudu - Batas Pidie Jaya/Bireuen juga sudah beroperasi fungsional untuk semua jenis kendaraan. Oprit jembatan yang sebelumnya runtuh telah selesai ditimbun, sehingga Jembatan Krueng Meureudu dapat dilalui sejak 12 Desember 2025.
Ruas jalan Kota Bireuen - Batas Bireuen/Aceh Utara telah terhubung sejak 27 Desember 2025. Begitu juga dengan ruas jalan Batas Kota Lhokseumawe/Batas Aceh Utara hingga Kota Langsa, yang kini sudah dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan. Pembersihan sedimen di lokasi tersebut telah selesai dilakukan pada 10 Desember 2025.
Dapat Dilalui Semua Jenis Kendaraan
Jembatan Ulee Langa yang mengalami kerusakan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Pembersihan ruas jalan Kota Langsa hingga Kota Kuala Simpang juga sudah dilakukan, sehingga jalan tersebut kini dapat dilalui fungsional oleh semua jenis kendaraan. Ruas jalan Kota Kuala Simpang - Batas Provinsi Sumut juga sudah dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan. Di sisi lain, ruas jalan Kota Bireuen - Batas Bireuen/Bener Meriah telah terhubung setelah pemasangan Jembatan Bailey selesai dilakukan.
Ruas jalan Batas Aceh Tengah/Nagan Raya - Lhok Seumot - Jeuram kini sudah terhubung dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Sementara itu, ruas jalan Genting Gerbang - Celala - Batas Aceh Tengah/Nagan Raya telah beroperasi fungsional untuk kendaraan roda dua dan roda empat sejak 24 Desember 2025. Batas Aceh Tengah/Gayo Lues - Blangkejeren juga sudah fungsional dan dapat dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat sejak 21 Desember 2025.
Ruas jalan Blangkejeren - Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara telah beroperasi fungsional pada 19 Desember 2025, meskipun sempat mengalami longsor pada 3 Januari 2026. Namun, jalan tersebut kembali beroperasi fungsional untuk kendaraan roda dua dan empat pada 9 Januari 2026.
Lima Jembatan Kembali Beroperasi
Ruas jalan Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara - Kota Kutacane sudah terhubung, dan penanganan sementara terhadap longsor telah dilakukan, termasuk pemasangan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I.
Selain itu, ruas jalan Kota Kutacane - Batas Provinsi Sumut kini sudah dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan. Ruas Geumpang - Pameue - Genting Gerbang - Simpang Uning juga beroperasi fungsional, dengan alternatif jalan ke Angkup untuk menghindari Jembatan Putus Titi Merah. Ruas jalan Batas Bireuen/Bener Meriah - Batas Bener Meriah/Aceh Tengah - Kota Takengon juga beroperasi fungsional melalui jalan alternatif.
Dari tujuh unit jembatan yang sempat terputus, lima unit jembatan telah kembali beroperasi fungsional, yaitu Jembatan Alue Kulus, Krueng Rongka, Weihni Lampahan, Timang Gajah, dan Jembatan Weihni Enang-Enang.
Ruas jalan Simpang Uning (Batas Kota Takengon) - Uwaq (Km 379) - Batas Aceh Tengah/Gayo Lues beroperasi fungsional untuk kendaraan roda dua dan empat sejak 31 Desember 2025.
Di Kabupaten Aceh Tenggara, terdapat pelaksanaan penggantian jembatan daerah, yaitu Jembatan Pante Dona. Dengan upaya ini, diharapkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat dapat semakin baik, mendukung pemulihan ekonomi dan kehidupan sehari-hari pascabencana.