KemenPUPR Percepat Restorasi Jalan Aceh, Kerahkan Ekskavator Tambahan Pasca Banjir dan Longsor

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menambah ekskavator untuk mempercepat restorasi jalan Aceh yang terdampak banjir dan longsor, memastikan akses kembali pulih dan distribusi bantuan aman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KemenPUPR Percepat Restorasi Jalan Aceh, Kerahkan Ekskavator Tambahan Pasca Banjir dan Longsor
Pemerintah fokus pada percepatan revitalisasi Jalur Gayo Lues-Aceh Timur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, menambah alat berat untuk memulihkan akses dan konektivitas yang terganggu. (AntaraNews)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) telah mengerahkan dua unit ekskavator tambahan. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan akses darat di jalan penghubung Gayo Lues dan Aceh Timur, yang sebelumnya terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh.

Penambahan alat berat ini dilakukan pada Minggu, 1 Februari, sesuai pantauan ANTARA di Desa Gajah, Kecamatan Pining, Gayo Lues. Dua truk pengangkut alat berat terlihat mendekati Desa Pining, yang berjarak sekitar 40 menit dari pusat kabupaten, menunjukkan komitmen pemerintah dalam penanganan pascabencana.

Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan bahwa prioritas utama kementerian adalah membuka kembali akses jalan. Hal ini penting untuk memungkinkan distribusi bantuan dan peralatan secara aman ke daerah terdampak, dengan pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Meskipun akses jalan menuju wilayah tersebut telah pulih sebagian, puing-puing longsor seperti tanah dan bebatuan besar masih berserakan di beberapa titik. Beberapa ruas jalan bahkan masih tertimbun atau hanyut terbawa bencana, yang juga melanda berbagai wilayah di Aceh serta provinsi tetangga seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pemerintah bekerja sama dengan TNI, sukarelawan, warga lokal, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk membuat jalur alternatif sekaligus mendorong rekonstruksi penuh, sebagai pendekatan komprehensif untuk mengatasi dampak bencana.

Menteri PUPR Dody Hanggodo memastikan kementeriannya terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur transportasi. Tujuannya adalah mengembalikan konektivitas regional pascabanjir dan tanah longsor besar, demi kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik.

Hanggodo menambahkan bahwa KemenPUPR tetap berkomitmen memobilisasi alat berat dan personel. Mereka juga menjaga koordinasi erat dengan otoritas lokal, khususnya badan penanggulangan bencana daerah, karena pendekatan komprehensif ini penting untuk mendukung respons bencana yang efektif.

Data kementerian menunjukkan bahwa bencana tanah longsor dan banjir telah mempengaruhi 35 ruas jalan nasional dan merusak 14 jembatan di seluruh Aceh. Angka ini menggambarkan skala kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan yang memerlukan penanganan cepat.

Upaya darurat dan restorasi yang telah dilakukan meliputi pengisian jalan yang ambles, pemasangan gabion dan geotekstil, serta pembangunan dinding penahan. Pekerjaan lain termasuk penutupan puing longsor dengan terpal, penimbunan kembali, dan pemadatan tanah, yang krusial untuk stabilisasi dan perbaikan infrastruktur jalan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi