Dua ekor sapi jenis Limousin, bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, telah tiba di Desa Agusen, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Kedatangan sapi-sapi tersebut pada Jumat pagi, 20 Maret 2026, disambut antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat yang tengah bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Bantuan ini menjadi sorotan utama di tengah tradisi Meugang, sebuah ritual memotong hewan ternak yang dilakukan masyarakat Aceh menjelang hari raya. Kehadiran sapi dari Presiden Prabowo melengkapi dua ekor sapi lain yang merupakan hasil urunan warga, sehingga total ada empat ekor sapi yang akan dipotong bersama.
Kepala Desa Agusen, Ramadhan, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian Presiden. Daging sapi tersebut akan langsung dibagikan secara merata kepada setiap keluarga, memastikan seluruh warga dapat menikmati hidangan spesial di Hari Raya Idul Fitri, terutama bagi mereka yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.
Advertisement
Advertisement
Tradisi Meugang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Aceh dalam menyambut hari raya keagamaan. Ritual ini melambangkan kebersamaan dan kegembiraan, di mana setiap keluarga berusaha menyajikan hidangan daging terbaik di meja makan mereka. Kedatangan sapi dari Presiden Prabowo sangat berarti, khususnya bagi warga Desa Agusen yang sebagian besar merupakan korban banjir bandang.
Ramadhan, Kepala Desa Agusen, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan anugerah di tengah kondisi desa yang masih berjuang. “Ya jadi total ada empat, dua sapi dari hasil urunan warga, dua sapi dari Bapak Presiden Prabowo. Tidak ada banyak yang bisa disampaikan, terima kasih Pak. Kami korban bencana tapi juga Lebaran gembira,” ujarnya dengan haru. Bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mengangkat semangat warga untuk merayakan Lebaran dengan suka cita.
Desa Agusen adalah salah satu dari 1.455 desa di Aceh yang menerima bantuan sapi untuk tradisi Meugang ini. Inisiatif Presiden Prabowo ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di daerah yang membutuhkan, terutama mereka yang baru saja menghadapi musibah besar.
Advertisement
Advertisement
Desa Agusen, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Bencana alam tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan permukiman warga. Kondisi ini menyisakan luka mendalam bagi 279 keluarga yang menghuni desa tersebut, tersebar di empat dusun utama: Toa, Uken, Singah Mule, dan Pal15.
Dampak bencana sangat terasa di setiap dusun. Di Dusun Uken, sebanyak 67 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal mereka. Sementara itu, di Dusun Singah Mule, empat rumah hanyut terbawa arus. Dusun Toa juga mengalami kerugian besar dengan tiga rumah hanyut dan 25 rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Dusun Pal15 sempat terisolasi selama tiga minggu karena akses jalan tertimbun longsor, menghambat distribusi logistik dan bantuan.
Saat ini, sebanyak 155 kepala keluarga masih menempati hunian sementara (huntara) karena rumah mereka rusak parah atau hanyut. Sisanya memilih untuk memperbaiki rumah lama mereka dengan memanfaatkan material sisa banjir yang masih bisa digunakan. Proses pemulihan masih terus berjalan, dan bantuan seperti sapi kurban ini menjadi pelipur lara yang sangat berarti.
Advertisement
Advertisement
Bantuan sapi dari Presiden Prabowo Subianto tidak hanya dilihat sebagai dukungan materi, tetapi juga sebagai simbol kehadiran dan perhatian pemerintah terhadap rakyatnya. Syahril, salah seorang warga setempat yang rumahnya hanyut diterjang banjir, mengungkapkan rasa syukurnya. “Syukur kami. Pemerintah hadir, Presiden yang jauh di Jakarta di pusat sana rasanya berada di tengah-tengah kami juga,” kata Syahril, menggambarkan bagaimana bantuan ini memberikan harapan dan semangat baru.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh masyarakat korban banjir bandang lainnya. Mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi kesulitan pascabencana, dan perhatian dari pemimpin negara memberikan kekuatan untuk bangkit. Kedatangan sapi kiriman Presiden diharapkan tidak hanya menjadi santapan Lebaran, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pemerintah selalu ada untuk masyarakat, terutama di saat-saat sulit.
Perhatian ini juga memperkuat ikatan emosional antara pemerintah dan rakyat, menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya terbatas pada janji, tetapi terwujud dalam tindakan nyata. Bantuan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan pascabencana dan melestarikan tradisi budaya lokal seperti Meugang, yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Gayo Lues.
Advertisement
Sumber: AntaraNews