Pembangunan Sabo Dam Tanah Datar Dimulai 2025: Solusi Antisipasi Lahar Dingin Marapi, Tahukah Anda Apa Itu Sabo Dam?
Kementerian PU akan membangun tiga sabo dam di Tanah Datar mulai 2025. Pembangunan Sabo Dam Tanah Datar ini krusial untuk mencegah banjir lahar dingin Marapi. Bagaimana sabo dam bekerja?
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan memulai pembangunan tiga sabo dam di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), pada tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dan antisipasi terhadap potensi berulangnya bencana banjir lahar dingin dari Gunung Marapi. Proyek infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan perlindungan signifikan bagi masyarakat setempat.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan sabo dam ini telah diajukan kepada pemerintah pusat. Beliau menyatakan, "Sabo dam ini sudah kami usulkan dan kemarin saya lihat sedang dalam proses tender." Pernyataan ini disampaikan saat rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur, bupati, dan wali kota se-Sumbar di Kota Sawahlunto.
Inisiatif pembangunan sabo dam ini muncul setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ranah Minang pasca-bencana banjir lahar dingin. Pemerintah setempat awalnya mengajukan 14 sabo dam, namun pemerintah pusat menyanggupi enam di antaranya yang akan dibangun secara bertahap. Pembangunan ini menjadi prioritas mengingat kekhawatiran masyarakat akan ancaman lahar dingin yang terus membayangi.
Urgensi Pembangunan Sabo Dam di Tanah Datar
Pembangunan sabo dam di Tanah Datar memiliki urgensi tinggi mengingat frekuensi bencana alam di wilayah tersebut. Masyarakat masih merasakan trauma dan kekhawatiran akan terulangnya banjir lahar dingin Gunung Marapi yang dikenal dengan sebutan galodo. Oleh karena itu, infrastruktur pencegah bencana ini sangat dinantikan.
Meskipun kebutuhan akan sabo dam sangat besar, Bupati Eka Putra memahami keterbatasan anggaran pemerintah pusat. Beliau menjelaskan, "Kami memahami kondisinya, karena biaya pembangunan satu sabo dam itu sangat besar, yakni berkisar Rp30 miliar." Hal ini menunjukkan bahwa setiap sabo dam memerlukan investasi yang tidak sedikit, sehingga pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan terencana.
Tiga sabo dam yang akan dibangun pada tahun 2025 merupakan tahap awal dari total enam sabo dam yang disanggupi pemerintah pusat. Proyek ini diharapkan dapat menjadi benteng pertama dalam menahan material vulkanik dan lumpur yang terbawa arus saat terjadi lahar dingin. Kehadiran sabo dam akan mengurangi dampak kerusakan dan risiko bagi permukiman warga.
Dukungan Pusat dan Harapan Masyarakat
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI asal Sumbar, Andre Rosiade, menegaskan komitmennya untuk membantu dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Tanah Datar. Khususnya terkait pembangunan sabo dam yang sangat dibutuhkan ini. Dukungan dari perwakilan di tingkat pusat menjadi krusial dalam mempercepat realisasi proyek-proyek vital daerah.
Andre Rosiade juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan anggota dewan di tingkat pusat untuk pembangunan Ranah Minang. Beliau menyatakan, "Ini adalah cara kita bersama membangun Ranah Minang tanpa melihat dari partai manapun." Sinergi ini diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam mitigasi bencana alam.
Masyarakat Tanah Datar menaruh harapan besar agar pembangunan sabo dam ini dapat segera terealisasi. Keberadaan sabo dam tidak hanya berfungsi sebagai penahan galodo, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi. Pembangunan Sabo Dam Tanah Datar adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan dan kesejahteraan.
Sumber: AntaraNews