Pembangunan Drainase Rejang Lebong Rp3,7 Miliar Dipastikan Rampung Tepat Waktu
Proyek Pembangunan Drainase Rejang Lebong senilai Rp3,7 miliar di tiga lokasi krusial dipastikan rampung akhir tahun, mengatasi masalah banjir dan genangan air. Simak detailnya!
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menegaskan bahwa pembangunan drainase atau saluran pembuangan di tiga lokasi strategis akan selesai tepat waktu. Proyek vital ini menelan anggaran sebesar Rp3,7 miliar dan bertujuan utama untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan. Keberhasilan proyek Pembangunan Drainase Rejang Lebong ini sangat dinantikan oleh masyarakat setempat yang sering terdampak genangan air saat musim hujan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPUPR Rejang Lebong, Eko Hari Purnomo, menyampaikan optimisme bahwa pengerjaan ketiga drainase tersebut dapat rampung sesuai jadwal. Target penyelesaian proyek ini ditetapkan pada 29 Desember 2025, hanya beberapa hari lagi dari waktu saat ini. Pembangunan ini menjadi prioritas mengingat dampak signifikan yang ditimbulkan oleh banjir, mulai dari menggenangi pemukiman hingga mengganggu akses jalan raya.
Proyek Pembangunan Drainase Rejang Lebong ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mitigasi bencana banjir. Dengan rampungnya drainase ini, diharapkan kapasitas saluran pembuangan air dapat meningkat secara drastis. Hal ini krusial untuk mengantisipasi luapan air saat intensitas curah hujan tinggi, sehingga risiko banjir dapat diminimalisir secara efektif di area-area rawan.
Progres Pembangunan Drainase Rejang Lebong dan Tantangan Cuaca
Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, progres fisik Pembangunan Drainase Rejang Lebong oleh rekanan pelaksana sudah mendekati 100 persen. DPUPR Rejang Lebong terus memastikan bahwa seluruh pekerjaan dapat terselesaikan sesuai target waktu yang telah ditentukan. Upaya percepatan pengerjaan terus dilakukan untuk menjamin kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian proyek infrastruktur ini.
Meskipun demikian, pengerjaan proyek ini tidak lepas dari tantangan, terutama akibat kondisi cuaca ekstrem. Curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Rejang Lebong dalam beberapa pekan terakhir cukup berpengaruh terhadap kelancaran sejumlah kegiatan fisik. Contohnya, di Gang Cokro, beberapa bangunan drainase yang sedang dalam tahap pembangunan terpaksa harus diulang karena terdampak banjir.
Eko Hari Purnomo menjelaskan bahwa bangunan yang sudah dicor semen terkena banjir, sehingga rekanan harus melakukan pengerjaan ulang. Situasi ini menunjukkan komitmen DPUPR Rejang Lebong dan para kontraktor untuk tidak berkompromi dengan kualitas, meskipun menghadapi kendala alam. Percepatan dan pemanfaatan waktu tersisa menjadi kunci untuk menuntaskan Pembangunan Drainase Rejang Lebong ini.
Lokasi Strategis dan Alokasi Anggaran Pembangunan Drainase
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,7 miliar dalam APBD 2025 untuk Pembangunan Drainase Rejang Lebong di tiga lokasi utama. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan catatan historis seringnya terjadi banjir dan genangan air. Pemilihan lokasi yang strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak maksimal dalam penanganan banjir di area perkotaan.
Rincian alokasi anggaran untuk Pembangunan Drainase Rejang Lebong adalah sebagai berikut:
Lokasi-lokasi ini selama ini kerap mengalami banjir karena beberapa faktor, antara lain kapasitas saluran drainase yang tidak memadai untuk menampung volume air saat musim hujan. Selain itu, pendangkalan akibat sedimen lumpur dan tumpukan sampah yang menyumbat saluran juga menjadi penyebab utama. Dengan Pembangunan Drainase Rejang Lebong yang baru, diharapkan masalah-masalah tersebut dapat teratasi secara permanen, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga.
Sumber: AntaraNews