Pemprov DKI Pastikan Pembangunan Embung Cakung Barat Dimulai 2026, Solusi Atasi Banjir Jakarta Timur

Pemprov DKI Jakarta memastikan proyek pembangunan Embung Cakung Barat dan penataan drainase dimulai pada 2026, menjadi langkah strategis mengurangi risiko banjir di Jakarta Timur dan menjawab harapan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov DKI Pastikan Pembangunan Embung Cakung Barat Dimulai 2026, Solusi Atasi Banjir Jakarta Timur
Pemprov DKI Jakarta memastikan proyek pembangunan Embung Cakung Barat dan penataan drainase dimulai pada 2026, menjadi langkah strategis mengurangi risiko banjir di Jakarta Timur dan menjawab harapan warga. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengonfirmasi bahwa rencana pembangunan embung dan penataan drainase di Kawasan Terpadu Cakung Barat akan direalisasikan pada Tahun Anggaran 2026. Proyek ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov DKI untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan air di ibu kota.

Kepastian dimulainya proyek vital ini disampaikan oleh Humas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Royhan, pada Selasa (27/1). Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah Jakarta Timur.

Informasi mengenai realisasi proyek ini merupakan tindak lanjut atas permohonan informasi publik yang diajukan melalui portal resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi DKI Jakarta pada 27 November 2025. Pembangunan Embung Cakung Barat ini menjadi prioritas untuk penanganan banjir.

Detail Proyek dan Manfaat Pembangunan Embung Cakung Barat

Pembangunan Embung Cakung Barat akan dilaksanakan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini mencakup pembangunan fasilitas embung sekaligus penataan sistem drainase di sekitar kawasan Cakung Barat.

Menurut Royhan, proyek ini ditujukan untuk mendukung infrastruktur pengelolaan sumber daya air serta menekan potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Pengembangan Kawasan Terpadu Cakung Barat dirancang secara menyeluruh.

Fungsi embung dan sistem drainase diharapkan dapat terintegrasi secara optimal. Integrasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian banjir di wilayah tersebut.

Dengan demikian, pembangunan Embung Cakung Barat bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga solusi jangka menengah dan panjang. Ini diharapkan dapat mengatasi genangan air yang sering muncul saat hujan deras di Jakarta Timur.

Peran DPRD dan Harapan Masyarakat Terhadap Proyek Embung Cakung Barat

DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi D yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup, dinilai memiliki peran strategis dalam pengawasan dan percepatan realisasi proyek pembangunan Embung Cakung Barat ini. Komisi D diharapkan dapat memberikan respons cepat.

Royhan berharap Komisi D DPRD DKI Jakarta, yang saat ini dipimpin oleh Yuke Yurike, dapat memastikan proyek ini memperoleh dukungan kebijakan dan penganggaran yang memadai. Hal ini penting mengingat persoalan banjir masih menjadi masalah tahunan di Jakarta Timur.

Masyarakat setempat menyambut positif rencana pembangunan embung tersebut, namun berharap realisasinya tidak kembali tertunda. Warga menilai kehadiran embung dan perbaikan sistem drainase sangat dibutuhkan.

Selain itu, sebagian warga juga berharap DPRD DKI Jakarta dapat mengawal proyek ini secara serius, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Tujuannya agar pembangunan benar-benar berdampak pada pengurangan banjir dan tidak berhenti pada wacana perencanaan semata.

Surat resmi Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta terkait rencana tersebut telah ditandatangani oleh Sekretaris Dinas SDA selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pelaksana (PPIDP). Surat ini juga ditembuskan kepada jajaran terkait di lingkungan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta serta Suku Dinas SDA Kota Administrasi Jakarta Timur.

Dengan sinergi yang kuat antara eksekutif, legislatif, dan dukungan penuh dari masyarakat, pembangunan Embung Cakung Barat diharapkan dapat menjadi solusi nyata. Ini merupakan upaya berkelanjutan dalam penanganan banjir di Jakarta Timur mulai tahun 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi