Prabowo Bahas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih Bersama Kabinet

Di antara pejabat yang hadir terdapat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, serta Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Bahas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih Bersama Kabinet
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa anggota Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7). Para menteri dipanggil untuk membahas tentang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Di antara pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut terdapat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Selain mereka, juga hadir Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Di samping itu, beberapa pejabat lainnya yang turut hadir adalah Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh, Direktur Utama Perum Bulog Letjen Ahmad Rizal Ramdhani, dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari. Juga terlihat hadir Mayjen TNI Trenggono, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Hasan Nasbi, yang merupakan Penasihat Khusus Presiden, menyatakan, "Agenda rapat hari ini katanya membahas tentang Koperasi Desa Merah Putih. Tapi detailnya saya belum tahu," saat ditemui oleh wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (15/7).

Sosialisasi

Sementara itu, Menteri Desa Yandri Susanto belum menjelaskan secara rinci hal yang akan dibahas dalam rapat bersama Presiden. Dia mengatakan, kementeriannya akan melakukan sosialisasi KDMP dengan menggandeng 10 asosiasi desa.

"Ya, kalau kami lebih banyak melakukan sosialisasi kepada para kepala desa dan perangkat desa. Karena itu, kami menggandeng 10 asosiasi desa agar mereka memahami manfaat kebijakan Koperasi Desa Merah Putih bagi desa," tutur Yandri.

"Karena menggunakan dana desa, tentu harus kita kawal bersama agar Koperasi Desa Merah Putih benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," sambungnya.

Rekomendasi