Pelni Pontianak Pastikan Kesiapan Kapal Angkutan Nataru 2025/2026 dan Buka Layanan Bantuan Gratis
PT Pelni Pontianak memastikan kesiapan kapal angkutan Nataru 2025/2026 telah laik beroperasi dengan penambahan kapasitas penumpang, sekaligus membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban bencana di Sumatera Utara.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Pontianak telah menegaskan kesiapan armada kapalnya untuk menghadapi masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Seluruh kapal yang melayani rute dari dan menuju Kalimantan Barat dipastikan dalam kondisi laik dan siap beroperasi penuh.
Kepala Pelni Pontianak, Fitrianingsih, menyampaikan bahwa persiapan matang telah dilakukan, meliputi kelaikan kapal, fasilitas keselamatan, dan kesiapan layanan penumpang. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan bagi para penumpang selama periode puncak tersebut.
Selain fokus pada angkutan Nataru, Pelni juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membuka layanan pengiriman bantuan gratis bagi korban bencana di Sumatera Utara. Inisiatif kemanusiaan ini berlaku sejak Kamis (4/12) di seluruh kantor cabang Pelni di Indonesia.
Kesiapan Armada Pelni untuk Angkutan Nataru 2025/2026
Dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Pelni Cabang Pontianak telah memastikan semua armadanya berada dalam kondisi prima. Fitrianingsih menjelaskan bahwa setiap kapal telah melewati proses docking dan pemeriksaan menyeluruh untuk menjamin standar keselamatan.
"Seluruh kapal kami sudah siap beroperasi. Alat keselamatan dan keamanan lengkap, dan kami pastikan semua sesuai standar pelayaran," ujar Fitrianingsih di Pontianak pada Sabtu (6/12). Kesiapan ini menjadi prioritas utama agar perjalanan laut tetap aman dan nyaman bagi seluruh penumpang.
Untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang, Pelni juga menambah kapasitas dispensasi penumpang untuk keberangkatan dari Pontianak. Penambahan ini berlaku untuk KM Kelimutu dan KM Bukit Raya, yang kini dapat mengangkut sekitar 1.200 kursi tambahan.
Penjualan tiket kapal untuk periode Nataru 2025 dan Tahun Baru 2026 telah dibuka secara daring maupun luring, termasuk melalui aplikasi Pelni Mobile. Hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari.
Pelni Buka Layanan Pengiriman Bantuan Gratis untuk Korban Bencana Sumatera Utara
Di tengah persiapan angkutan Nataru, Pelni juga mengulurkan tangan membantu korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara. Layanan pengiriman bantuan kemanusiaan ini dibuka secara gratis melalui seluruh kantor cabang Pelni di Indonesia, dimulai sejak Kamis (4/12).
Barang bantuan yang dapat dikirimkan mencakup sembako, pakaian layak pakai, selimut, obat-obatan, serta kebutuhan khusus bayi dan perempuan. Bantuan yang terkumpul dari berbagai daerah akan dikonsolidasikan di Jakarta sebelum diberangkatkan menuju Pelabuhan Belawan, Medan, menggunakan KM Kelud.
Sekretaris Perusahaan Pelni, Evan Eryanto, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam penanganan bencana. "Kami memutuskan untuk membuka layanan pengiriman bantuan gratis sepenuhnya agar logistik kemanusiaan dari berbagai penjuru Indonesia dapat segera sampai ke saudara-saudara kita di Sumatera Utara," jelas Evan.
Pelni berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara luas, terutama untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat. "Ini adalah wujud komitmen PELNI sebagai BUMN pelayaran yang tidak hanya menghubungkan pulau, tapi juga menghubungkan kepedulian," tambah Evan, menegaskan peran Pelni sebagai jembatan kemanusiaan.
Syarat dan Ketentuan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pengiriman, terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi:
- Pengirim wajib melampirkan surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas, atau instansi, atau pernyataan bantuan kemanusiaan bagi pengirim perorangan, beserta daftar isi barang.
- Barang yang dikirim harus berupa bantuan kemanusiaan dan bukan barang komersial.
- Barang harus aman, tidak mudah terbakar, beracun, atau terlarang.
- Kemasan barang harus kuat dan diberi tanda "Fragile" untuk barang pecah belah.
- Pengiriman dilakukan menggunakan kapal PELNI dengan tujuan akhir Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Program pengiriman bantuan gratis ini juga didukung oleh PELNI Logistics, dengan Direktur Utama PBM SBN/PELNI Logistics, Sukendra, memastikan pembebasan seluruh biaya bongkar muat dari pelabuhan asal hingga tujuan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center Pelni 162 atau kantor cabang terdekat.
Sumber: AntaraNews