PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana di Sumatera. Dua kontainer tambahan berisi bantuan kemanusiaan berhasil dihimpun dan dimuat ke kapal KM Kelud pada Minggu pagi. Pengiriman ini dilakukan saat kapal tersebut transit di Batam, Kepulauan Riau, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Penambahan Bantuan Kemanusiaan Pelni Batam ini merupakan inisiatif lokal yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Bantuan tersebut dikumpulkan dari sumbangan masyarakat umum, instansi pemerintah, serta perusahaan swasta yang beroperasi di Batam. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat upaya penanganan dampak bencana yang telah dilakukan sebelumnya.
Kepala Cabang PT Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, menegaskan bahwa bantuan ini akan disalurkan kepada saudara-saudara yang terdampak bencana banjir di Sumatera. Pengiriman ini melengkapi bantuan yang telah dikirimkan secara nasional oleh PT Pelni (Persero). Solidaritas dari Batam diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana yang sangat membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Solidaritas Masyarakat Batam dan Peran Pelni
Kepala Cabang PT Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam pengumpulan bantuan ini. "Dua kontainer ini berisi barang bantuan yang dihimpun dari masyarakat, instansi, dan perusahaan di Batam," ujar Edwin. Ia menekankan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatera.
Keterlibatan berbagai elemen di Batam, mulai dari individu hingga korporasi, menunjukkan tingkat solidaritas sosial yang sangat tinggi. Inisiatif pengumpulan Bantuan Kemanusiaan Pelni Batam ini menjadi bukti konkret bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Setiap sumbangan, sekecil apapun, memiliki arti besar bagi para korban bencana yang sedang menghadapi masa sulit.
Edwin Kurniansyah juga menambahkan bahwa penambahan bantuan dari Batam ini akan melengkapi pengiriman yang sebelumnya telah dilepas oleh PT Pelni (Persero) secara nasional. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara kantor cabang dan pusat dalam menyalurkan bantuan. Upaya Pelni Batam ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak korban yang membutuhkan uluran tangan dan dukungan.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Nasional Pelni dalam Penyaluran Bantuan
Penambahan dua kontainer dari Batam ini merupakan bagian dari upaya besar PT Pelni dalam menyalurkan Bantuan Kemanusiaan Pelni Batam dan dari daerah lain. Sebelumnya, pada Jumat (12/12), Pelni telah mengirimkan 15 kontainer bantuan menggunakan KM Kelud. Bantuan tersebut dihimpun melalui kantor-kantor cabang Pelni dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan skala operasi yang luas dan terkoordinasi.
Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan memanfaatkan armada dan rute reguler Pelni menuju Sumatera Utara melalui Pelabuhan Belawan. Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung upaya kemanusiaan. "Pembebasan biaya angkut untuk bantuan kemanusiaan masih berlangsung hingga 18 Desember 2025," kata Tri Andayani, memberikan kepastian bagi pihak yang ingin menyalurkan bantuan tanpa beban biaya.
Selain pengiriman awal 15 kontainer, PT Pelni mencatat masih ada 32 kontainer bantuan yang akan dikirim pada pelayaran berikutnya. Pengiriman ini akan menggunakan armada KM Nggapulu dan KM Kelud, memastikan bantuan sampai ke tujuan dengan efisien dan tepat waktu. Total nilai biaya angkut yang dibebaskan untuk seluruh pengiriman bantuan ini mencapai sekitar Rp1,4 miliar, menunjukkan kontribusi signifikan Pelni dalam meringankan beban bencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews