Pegawai Bea Cukai Bikin Geram, Purbaya: Mereka Kira Saya Main-Main
Menkeu menyadari bahwa langkah-langkah yang diambil di tingkat pusat belum dilaksanakan oleh pegawai di lapangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merasa marah setelah menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Ia memberikan peringatan bahwa pengawasan akan dilakukan hingga ke daerah-daerah.
Setelah meninjau beberapa laporan yang masuk melalui pesan WhatsApp Lapor Pak Purbaya, Purbaya menyadari bahwa tindakan tegas yang diambil di tingkat pusat belum diterapkan oleh pegawai di lapangan.
"Jadi saya baru tahu, walaupun kita sudah menggebrak-gebrak, masih ini dibawah seperti ini, artinya mereka enggak peduli, dianggapnya saya main-main," ungkap Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Sabtu (18/10).
Ia kemudian membacakan laporan mengenai praktik jual-beli pita cukai untuk merek lain. Purbaya mengakui bahwa ia sudah mengetahui praktik tersebut sejak lama.
"Ini sebenarnya kan sudah lama saya dengar. Saya pikir tadinya mulai berhenti ketika saya mulai ngomong-ngomong seperti itu. Ya sepertinya selama ini dianggapnya kalau Menteri jauh banget ke bawah, jadi nggak mungkin turun ke bawah," tuturnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Purbaya meluncurkan kanal Lapor Pak Purbaya awal pekan ini agar masyarakat dapat memberikan aduan langsung.
"Makanya saya set up pengaduan ini untuk menerima masukan langsung dari masyarakat. Kalau saya dari pusat kan orangnya paling sedikit. Ini kayak crowd reporting. Jadi semua kirim masukan ke saya," jelasnya.
'Akan Saya Kejar hingga Tuntas'
Purbaya kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan penindakan hingga ke tingkat paling bawah.
Dia mengakui bahwa tidak semua aduan dapat ditindaklanjuti, namun dia berharap tindakan tegas terhadap sebagian pegawai dapat mendorong pegawai lain di wilayah yang berbeda untuk tidak melakukan pelanggaran.
"Ini enggak mungkin semuanya ditindak, tapi once beberapa ribu orang ditindak, yang lain saya harapkan enggak mengulangi lagi. Jadi kasih tahu teman-teman, coba yang di pinggir-pinggir sampai bawah-bawah, saya akan mulai sampai bawah," ujar Purbaya.
Dengan langkah ini, Purbaya berharap dapat menciptakan efek jera bagi pegawai lainnya. Dia ingin agar semua pegawai memahami bahwa tindakan pelanggaran tidak akan dibiarkan begitu saja.
Purbaya percaya bahwa meskipun tidak semua kasus dapat ditindak, upaya ini akan memberikan dampak positif terhadap disiplin pegawai di lingkungan kerjanya. Dengan demikian, diharapkan akan ada perubahan sikap dan perilaku di kalangan pegawai yang lain.
Pegawai Bea Cukai Berkumpul di Starbucks
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terlihat marah setelah menerima laporan mengenai pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berkumpul di Starbucks.
Ia bahkan mengeluarkan ancaman untuk memecat pegawai yang terlibat dalam tindakan tersebut. Kejadian ini bermula dari laporan yang diterima melalui kanal Lapor Pak Purbaya yang diluncurkan pada awal pekan ini.
Purbaya kemudian membacakan salah satu laporan yang menyebutkan pegawai Bea Cukai yang nongkrong di Starbucks dengan mengenakan seragam dinas.
“Orang-orang ini di Starbucks setiap hari dan perbincangan mereka selalu seputar bisnis aset, bagaimana cara mengamankan aset baru, serta cara menjual mobil yang baru saja diterima,” ungkap Purbaya saat membacakan salah satu aduan tersebut di Kantor Kementerian Keuangan, yang dilaporkan pada Sabtu (18/10/2025).
Ia meminta agar tindakan ini diawasi dan ditindaklanjuti dengan serius. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme pegawai dalam menjalankan tugas mereka.
Peringatan Pecat Pegawai
Setelah menerima laporan tersebut, Purbaya menunjukkan rasa marahnya. Ia segera meminta kepada jajaran Ditjen Bea Cukai untuk segera mengambil tindakan terkait masalah ini.
"Sampaikan kepada mereka agar tidak berkumpul di Starbucks, lebih baik di warung pinggir jalan, setidaknya orang lain tidak curiga, sama saja di mana pun jika terus melanggar," ujarnya dengan tegas.
Purbaya merasa heran, karena setelah melakukan tindakan tegas, ia berharap pelanggaran tersebut akan berkurang. Namun, kenyataannya pelanggaran masih terus terjadi. Ia pun mengancam akan memecat pegawai Bea Cukai yang kedapatan masih berkumpul di Starbucks tersebut.
"Ingat, hari Senin depan, jika ada yang tertangkap lagi, saya akan pecat. Meskipun memecat pegawai negeri itu sulit, saya akan melakukannya dan membuat hidupnya semakin sulit," tegas Bendahara Negara tersebut.