Pameran Kopi dan Cokelat Terbesar Bakal Digelar di Jakarta, Catat Tanggalnya
Dengan proyeksi nilai pasar minuman global yang akan mencapai USD 2,3 triliun pada tahun 2030, Indonesia memiliki kesempatan signifikan.
Industri pameran gaya hidup dan makanan serta minuman (F&B) di Indonesia mengalami transformasi besar-besaran. Event-event terkemuka dengan dukungan komunitas yang kuat, seperti Indonesia Coffee Festival (ICF), Cokelat Expo Indonesia (CEI), Indonesia Tea Festival (ITF), dan Indonesia Wine Festival (IWF) kini bersatu dalam sinergi strategis di bawah naungan Cafe Brasserie Expo Indonesia (CBE) 2025.
Acara ini diselenggarakan oleh Panorama Media dan dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 Oktober 2025 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, yang saat ini berkembang menjadi pusat bisnis dan gaya hidup kreatif baru di Jakarta.
Cafe Brasserie Expo (CBE) 2025 tak hanya sekadar kelanjutan dari edisi sebelumnya, melainkan juga menawarkan pendekatan baru yang lebih integratif melalui empat pilar utama: pameran industri kopi, cokelat, teh, dan wine. Sinergi ini membentuk ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas kreatif, serta konsumen dalam satu ruang kolaboratif. Lebih dari sekadar pameran produk, CBE 2025 berfungsi sebagai ruang kurasi yang menyoroti asal-usul bahan, proses produksi, dan nilai keberlanjutan, yang sangat penting bagi konsumen yang semakin sadar akan kualitas dan dampak dari setiap produk yang mereka konsumsi.
"Kami senang akhirnya kopi, teh, cokelat, dan wine bisa tampil ke permukaan dan bukan sekadar bagian kecil dari pameran besar, tetapi menjadi sorotan utama yang mencerminkan perubahan gaya hidup dan selera konsumen," kata Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya di Jakarta, Selasa (3/5).
"Caf Brasserie Expo 2025 kami hadirkan sebagai panggung kurasi, tempat di mana artisan, brand lokal, dan komunitas dapat menunjukkan kualitas, nilai, dan cerita di balik setiap rasa, dan bahkan menjadi bagian dari budaya, ekonomi, dan narasi baru dalam industri F&B Indonesia," tambahnya.
Harga Pasar Minuman
Dengan proyeksi nilai pasar minuman global yang akan mencapai USD 2,3 triliun pada tahun 2030, Indonesia memiliki kesempatan signifikan untuk memperkuat posisinya dalam industri ini. CBE 2025 tidak hanya berfungsi sebagai pameran, tetapi juga sebagai platform untuk pengembangan merek, jaringan bisnis, dan pertukaran ide di sektor industri.
Integrasi Indonesia Coffee Festival dan Cokelat Expo Indonesia merupakan langkah strategis yang penting untuk membangun fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan sektor makanan dan minuman yang mampu bersaing di tingkat global.
Dukungan untuk CBE 2025 datang dari berbagai kementerian, di antaranya Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF), Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian BUMN. Kerja sama ini juga didukung oleh asosiasi strategis seperti SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia), ACBI (Asosiasi Cokelat Indonesia), AISTEA (Asosiasi Teh Indonesia), HCI (HIMPI Culinary Indonesia), dan TSWS (The Sommelier Wine Society), yang berperan dalam membangun ekosistem industri yang saling terhubung dan inklusif.
"Pasar minuman di Indonesia mulai menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Kolaborasi lintas sektor melalui event seperti ini sangat penting untuk mendukung ekspansi ekonomi kreatif nasional untuk mencapai tujuan pembangunan sektor kuliner yang inklusif," ungkap Amir Hamzah, S.E., M.M., Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Pengalaman Gaya Hidup
Lebih dari sekadar sebuah pameran, Cafe Brasserie Expo Indonesia 2025 dirancang sebagai pengalaman gaya hidup yang komprehensif, menggabungkan elemen edukasi, inspirasi, dan hiburan. Selama tiga hari acara, pengunjung akan disajikan dengan beragam program yang menghubungkan produk dengan narasi di baliknya, nilai keberlanjutan, serta tren gaya hidup terkini.
Berbagai aktivitas seperti sesi diskusi bersama komunitas, showcase kolaborasi industri, dan aktivasi publik akan membangun koneksi emosional antara merek dan audiens. Setiap program disusun untuk menghasilkan pengalaman yang berarti bagi pengunjung sekaligus memberikan visibilitas maksimal kepada para exhibitor.
"Kami menciptakan Cafe Brasserie Expo sebagai ruang kolaboratif dan inklusif, tempat di mana ide, peluang, dan pengalaman bersatu. Kami berharap acara ini tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga dapat menciptakan peluang nyata untuk pertumbuhan bisnis dan kolaborasi lintas sektor," ungkap Luhur Tri Atmojo, Project Manager Cafe Brasserie Expo Indonesia.
CBE 2025 terbuka untuk semua kalangan, mulai dari pelaku industri dan komunitas profesional hingga para penggemar kopi, cokelat, teh, wine, serta tren gaya hidup terbaru. Tiket masuk ke Cafe Brasserie Expo gratis, dan acara ini diperkirakan akan menarik puluhan ribu pengunjung. Dengan konsep yang terus berkembang, CBE siap untuk menegaskan posisinya sebagai salah satu pameran gaya hidup dan F&B terbesar di Indonesia serta kawasan regional.