Industri makanan dan minuman atau Food & Beverage (F&B) Indonesia diproyeksikan tumbuh 7–8 persen pada tahun 2026. Namun, tantangan utama bagi pelaku usaha bukan lagi sekadar potensi pasar, melainkan bagaimana menembus kompetisi yang semakin ketat dan menemukan kanal ekspansi yang tepat.
Pelaku bisnis kini membutuhkan lebih dari sekadar data pertumbuhan. Pengusaha makanan membutuhkan akses langsung kepada buyer berkualitas, mitra distribusi strategis, serta peluang kolaborasi lintas sektor yang nyata.
Cafe Brasserie Expo (CBE) 2026 mencoba menjawab tantangan tersebut. Mengusung tema 'Taste Circle', sebuah platform bisnis yang dirancang untuk mempercepat koneksi antara brand, buyer, dan decision maker dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Diinisiasi oleh Panorama Media dan didukung Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) serta berbagai asosiasi profesi terkemuka, CBE 2026 akan digelar pada 7–10 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran, Hall C1 & C3.
Pameran B2B ini menghadirkan pendekatan business-driven lifestyle experience, mempertemukan brand dengan pemilik kafe, restoran, hotel, distributor, retailer, hingga investor yang secara aktif mencari produk, teknologi, dan solusi baru untuk ekspansi bisnis mereka.
Untuk memperluas akses pasar dan memperkuat dampak bisnis, CBE 2026 digelar bersamaan dengan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) serta MoreFood Expo Indonesia 2026, menciptakan ekosistem industri F&B terintegrasi dalam satu venue.
Kolaborasi lintas sektor ini membuka peluang strategis bagi exhibitor untuk menjangkau jaringan investor, distributor, serta pelaku bisnis lintas industri yang lebih luas, sekaligus meningkatkan potensi deal generation selama pameran berlangsung.
"Cafe Brasserie Expo 2026 hadir sebagai platform bisnis dan kolaborasi strategis yang mempertemukan brand dengan buyer, distributor, dan mitra industri dalam satu ekosistem yang dinamis. Kami mengangkat cerita di balik kopi, teh, cokelat, hingga wine bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi untuk membuka peluang kemitraan dan inovasi yang nyata," ujar Luhur Tri Atmojo, Project Manager CBE.
Advertisement
Tema 'Taste Circle' bukan sekadar slogan, melainkan merepresentasikan ekosistem kolaborasi 360 derajat yang menghubungkan seluruh rantai nilai industri kuliner, mulai dari bahan baku, mesin dan teknologi, brand produk F&B, hingga sektor retail dan Horeca, dalam satu siklus bisnis yang berkelanjutan.
Melalui platform ini, exhibitor tidak hanya mendapatkan eksposur brand, tetapi juga akses langsung kepada buyer potensial, peluang ekspansi distribusi, serta kolaborasi lintas sektor yang mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Dengan menghadirkan target buyer yang terdiri dari pemilik usaha Horeca, chain operator, distributor, importer, dan investor, CBE 2026 dirancang untuk menjadi marketplace strategis bagi brand yang ingin mempercepat penetrasi pasar Indonesia yang terus berkembang.
Advertisement
CBE 2026 menghadirkan berbagai program yang dirancang untuk menghasilkan peluang bisnis secara langsung, di antaranya B2B Matchmaking, Hosted Buyer Program, Industry Competition, Workshop, Talk Show, Awarding (Booth & Product Excellence), serta Innovation & Sustainability Showcase.
Melalui B2B Matchmaking Program, exhibitor akan difasilitasi untuk bertemu secara langsung dengan buyer dan mitra potensial dalam sesi pertemuan terkurasi yang difokuskan pada penciptaan kerja sama bisnis nyata selama pameran berlangsung.