Industri MICE Indonesia Diproyeksikan Tembus USD 7,4 Miliar di 2032
Studi menunjukkan bahwa aktivitas kebersamaan memiliki dampak besar terhadap produktivitas dan kesejahteraan.
Data Astute Analytica (2024) mencatat, nilai industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions) Indonesia diproyeksikan mencapai USD 7,4 miliar pada 2032. Hal ini menandakan semakin tingginya kebutuhan akan kegiatan yang mempertemukan orang dan memperkuat koneksi sosial.
Studi menunjukkan bahwa aktivitas kebersamaan memiliki dampak besar terhadap produktivitas dan kesejahteraan. Setelah mengikuti team building, 63 persen pemimpin perusahaan melaporkan peningkatan komunikasi tim, sementara aktivitas sosial di luar pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan kerja hingga 50 persen. Namun, hanya 31 persen organisasi yang secara rutin melakukan kegiatan untuk memperkuat engagement karyawan.
Melihat data ini, PT Panorama Media bakal menggelar Indonesia Outing Expo (IOE) 2025, pameran pertama di Indonesia yang secara khusus menghadirkan berbagai solusi dan inspirasi untuk kegiatan outing, team building, dan event kebersamaan lintas sektor.
Acara ini akan digelar pada 14–16 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, menghadirkan lebih dari 100 vendor dari hotel, resort, tempat wisata, restoran, transportasi, hingga penyedia aktivitas interaktif.
"Kami ingin menghadirkan satu ruang di mana semua orang bisa menemukan ide dan mitra terbaik untuk menciptakan momen kebersamaan. Baik HR perusahaan, guru sekolah, pengurus komunitas, maupun pemilik bisnis, semua bisa menemukan referensi yang sesuai dengan karakter dan kebutuhannya," ujar Direktur Panorama Media, Andita Tirtawisata dikuitp di Jakarta, Kamis (6/11).
Outing bukan hanya sekadar jalan-jalan, tapi tentang membangun hubungan yang lebih kuat antar-individu.
"Melalui IOE, kami ingin membantu berbagai pihak menemukan ide, vendor, dan mitra terbaik untuk menciptakan kegiatan kebersamaan yang relevan dan berdampak,” ujar Project Manager Indonesia Outing Expo, Priscilla Daulima.
Selain menampilkan 100 vendor dan brand, Indonesia Outing Expo 2025 juga menghadirkan program dan aktivitas interaktif yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung pengalaman kebersamaan.
Dukungan Asosiasi dan Komunitas
Indonesia Outing Expo 2025 mendapat dukungan dari berbagai asosiasi, komunitas, dan lembaga pemerintah, termasuk Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Dukungan lintas sektor ini menegaskan komitmen IOE untuk menjadi wadah inspiratif bagi para HR profesional, pengurus sekolah dan komunitas, hingga pemilik bisnis yang ingin menciptakan kegiatan kebersamaan yang berdampak.
Dari sisi pembelajaran, Gigih Gesang selaku Ketua Umum dari AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia) melihat pameran ini sebagai sarana bagi perusahaan dan institusi pendidikan untuk memahami nilai dari experiential learning.
"Kegiatan seperti outing atau camp adalah media pembelajaran yang efektif untuk membangun karakter dan kerja sama tim. IOE membantu kami menjangkau lebih banyak pihak agar metode ini bisa diterapkan di berbagai lingkungan," jelas Gigih.
Ahmad Hersapto selaku Event Safety Coordinator dari IVENDO (Indonesia Event Industry Council) DKI Jakarta, menilai IOE relevan bagi komunitas event dan HR yang mencari mitra kegiatan tepercaya.
"Pameran ini mempertemukan berbagai pelaku industri, dari venue, event organizer, hingga penyedia aktivitas outdoor yang semuanya berperan dalam menciptakan pengalaman kebersamaan berkualitas," tutur Ahmad.