Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi Industri MICE Indonesia di panggung dunia. Melalui penyelenggaraan Southeast Asia Business Events Forum (Seabef) dan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025, pemerintah berharap dapat mendongkrak daya saing sektor pariwisata nasional.
Acara bergengsi ini akan berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, pada bulan Oktober 2025. Seabef dijadwalkan pada tanggal 10-11 Oktober, sementara WITF akan menyapa publik dari tanggal 9-12 Oktober, menawarkan sinergi yang kuat antara forum bisnis dan pameran pariwisata.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, menegaskan pentingnya momentum ini. "Penyelenggaraan Seabelf dan Wonderful Indonesia Tourism Fair menjadi momentum yang sangat penting bagi penguatan industri pariwisata Indonesia," ujarnya, menyoroti potensi besar Indonesia dalam menarik wisatawan melalui sektor MICE.
Advertisement
Advertisement
Data dari International Congress and Conventions Association (ICCA) menunjukkan bahwa Industri MICE Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-37 dunia dan ke-10 di kawasan Asia Pasifik. Di wilayah ASEAN, Indonesia berada di posisi ke-4, sebuah posisi strategis yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Meskipun demikian, Menteri Widiyanti Putri Wardhana menekankan perlunya peningkatan daya saing yang berkelanjutan. Penyelenggaraan Seabef, sebagai forum internasional regional pertama, akan menjadi platform krusial untuk mencapai tujuan tersebut. Forum ini akan mengundang panelis dan pakar terkemuka dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku industri, pembuat kebijakan, dan regulator.
Dengan tema "Strengthening Southeast Asia Event Industry through Sustainability Practices, Strategic Investments, and Collaborative Efforts", Seabef bertujuan untuk memfasilitasi diskusi mendalam. Harapannya, semua pihak dapat berbagi ilmu, pengalaman, serta memperluas jejaring, sehingga Industri MICE Indonesia semakin maju, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian.
Advertisement
Diskusi dalam Seabef tidak hanya terbatas pada MICE, tetapi juga akan meluas ke industri kegiatan secara keseluruhan. Ini mencakup potensi dan tantangan bisnis kegiatan seiring dengan perkembangan zaman, memastikan cakupan yang komprehensif dan relevan.
Advertisement
Seiring dengan Seabef, Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025 akan menjadi salah satu pameran pariwisata terbesar di Indonesia. Acara ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Gabungan Industri Para Wisata Indonesia (GIPI), menunjukkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan pelaku industri.
WITF 2025 diharapkan menarik 300 ekshibitor dan 200 pembeli dari 40 negara, serta menawarkan penampilan menarik untuk publik. Ini menjadi kesempatan emas bagi pelaku pariwisata Indonesia untuk memamerkan produk dan layanan mereka kepada pasar global, sekaligus memperkuat citra Wonderful Indonesia.
Sebagai bagian dari dukungan pelaksanaan WITF, Kementerian Pariwisata juga menyelenggarakan kegiatan wisata pengenalan atau famtrip. Sebanyak 45 biro perjalanan dan operator tur dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika diundang untuk mengikuti kegiatan ini, yang kemudian dilanjutkan dengan menjelajahi destinasi unggulan Indonesia.
Advertisement
Puncak kegiatan business matching akan diselenggarakan di Bali, namun Menteri Widiyanti berharap peserta famtrip juga dapat melihat potensi daerah lain. Destinasi seperti Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Raja Ampat menawarkan keindahan alam dan keunikan budaya yang luar biasa, menjadi modal besar untuk promosi maksimal di kancah global.
Advertisement
Penyelenggaraan Seabef dan WITF 2025 diharapkan dapat melanjutkan tren positif pertumbuhan pariwisata nasional. Berdasarkan data 2024, Indonesia mencatat kedatangan 13,9 juta wisatawan mancanegara, meningkat 19,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari Januari hingga Agustus 2025, jumlah kunjungan telah mencapai 10 juta, naik 10,4 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Sektor wisatawan Nusantara juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2024, tercatat lebih dari 1 miliar perjalanan, tumbuh 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara dari Januari hingga Agustus 2025, wisatawan Nusantara telah mencapai 807,5 juta, meningkat 23,3 persen year on year (yoy).
Angka-angka ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya destinasi wisata yang indah, tetapi juga telah menjadi pusat kegiatan kelas dunia setiap tahun. "Salah satu cara untuk lebih memperkuat promosi destinasi prioritas adalah melalui pameran dagang internasional," kata Menteri Pariwisata, menegaskan pentingnya acara seperti WITF untuk mempromosikan destinasi unggulan.
Advertisement
Kedua acara ini, Seabef dan WITF 2025, akan menjadi katalisator penting dalam upaya Indonesia untuk tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan posisi Industri MICE dan pariwisata secara keseluruhan di pasar global.
Sumber: AntaraNews