Ekonomi Outlook 2026, Peluang Besar di Investasi Perdagangan dan Industri MICE
Penguatan arus investasi ini juga berimplikasi langsung pada sektor-sektor pendukung perekonomian, termasuk pariwisata dan industri MICE.
Indonesia menunjukkan ketahanan dan daya tarik investasi yang kuat. Pada semester pertama, realisasi investasi mencapai Rp340,2 triliun, atau 60 persen dari target nasional, dan 44 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investasi asing langsung (FDI) berkontribusi 26 persen, menegaskan daya saing Indonesia di pasar global.
Tahun 2026, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus mendukung program prioritas di bidang ketahanan pangan dan energi, gizi, serta pendidikan dengan alokasi mencapai sekitar Rp3.250 triliun, termasuk Rp450 triliun yang didedikasikan untuk memperkuat sektor-sektor inti tersebut.
"Kebijakan ini diperkirakan menciptakan efek pengganda yang besar bagi perekonomian," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (2/12).
Sejalan dengan penguatan tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menargetkan investasi sebesar Rp2.175,26 triliun pada tahun 2026, naik 14,2 persen dari target tahun 2025, dengan fokus pada hilirisasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Target ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,33 persen oleh Bank Indonesia (BI) pada 2026.
Penguatan arus investasi ini juga berimplikasi langsung pada sektor-sektor pendukung perekonomian, termasuk pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives,Conferences, Exhibitions), yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas bisnis dan rantai pasok nasional.
Sektor pariwisata melalui industri MICE terus menunjukkan peran strategi dalam perekonomian. Kementerian Pariwisata menargetkan kontribusi devisa sektor MICE meningkat dari 10 persen menjadi 15 persen pada 2029 melalui penguatan ekosistem event nasional dan perluasan lapangan kerja.
Dukung 134 Event
Hingga September 2025, pemerintah telah mendukung 134 event yang menghadirkan 10,8 juta pengunjung, melibatkan sekitar 95 ribu pekerja event dan 44.800 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp11,82 triliun.
Data tersebut menegaskan bahwa sektor MICE bukan hanya menjadi motor pemulihan industri pariwisata, tetapi juga menjadi pilar penting dalam agenda pertumbuhan ekonomi jangka menengah.
Melihat fakta dan prediksi ini, Krista Exhibitions bakal menggelar forum yang mempertemukan pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan investor. Melalui penyelenggaraan THE 3rd Business, Trade & Tourism Investment Business Forum bertema 'Indonesia Economic Outlook 2026: Strategic Partnerships for Business, Trade & Tourism Investment'.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim,menyampaikan bahwa tahun 2026merupakan periode penting bagi akselerasi industri nasional.