Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Nenek di Tulungagung Urus Cucu Malah Dilaporkan Anak Kandung, Ternyata Ini Masalahnya

{{caption}}
6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta, Mau Diapakan Setelahnya?

{{caption}}
Temuan KPK soal Partai Politik, Soroti Fenomena 'Pemodal' Beri Bantuan ke Calon Kepala Daerah

{{caption}}
KPK Ungkap Potensi Korupsi Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Ini Sederet Temuannya

{{caption}}
Barcelona Cari Bek Baru, Raphinha Sarankan Nama Bek Tangguh Asal Brasil Ini

{{caption}}
Dharma Santi 2026, Prabowo Ajak Umat Hindu Perkuat Toleransi

Topik Terkait
{{caption}}
Neraca Perdagangan Indonesia Surpulus 69 Bulan Berturut-turut Hingga Januari 2026

Surplus tersebut ditopang oleh kinerja positif perdagangan komoditas non-migas, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.

BPS
{{caption}}
Pecah Rekor, Indonesia Catatkan Surplus Perdagangan 68 Bulan Berturut-turut

Capaian ini menegaskan konsistensi kinerja perdagangan luar negeri di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.

{{caption}}
Neraca Perdagangan RI November Surplus USD 2,66 Miliar, Sudah 67 Bulan Berturut-turut

Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

{{caption}}
Data BPS: Nilai Ekspor November 2025 Anjlok 6 Persen, Nilainya Hanya USD 22,52 Miliar

Secara tahunan, seluruh sektor mengalami penurunan. Penurunan nilai ekspor non-migas utamanya terjadi pada sektor pertambangan.

{{caption}}
Indonesia Catat Surplus Dagang USD4,34 Miliar

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia September 2025 surplus USD 4,34 miliar, menandai rekor 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

BPS
{{caption}}
Mencetak Rekor Baru? Surplus Neraca Perdagangan Agustus 2025 Lampaui Ekspektasi, BI Sebut Topang Ketahanan Eksternal

Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2025 yang mencapai US$5,49 miliar menopang ketahanan eksternal, melampaui bulan sebelumnya.

{{caption}}
64 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan RI Surplus USD 5,49 Miliar di Agustus 2025

Surplus pada Agustus 2025 ditopang surplus pada komoditas non-migas sebesar USD 7,15 miliar.

BPS
{{caption}}
Surplus Neraca Perdagangan Juli 2025 Jadi Faktor Penunjang Ketahanan Ekonomi, Nonmigas Jadi Pendorong Utama

Surplus neraca perdagangan yang lebih besar terutama berasal dari peningkatan surplus pada neraca perdagangan nonmigas.

{{caption}}
63 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan RI Kembali Surplus USD 4,17 Miliar Pada Juli 2025

Surplus neraca perdagangan pada Juli 2025 ini ditopang oleh surplus komoditas non-migas yakni sebesar USD 5,75 miliar.

{{caption}}
BPS: Impor Juli 2025 Turun Sebesar 5,86%

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa impor mengalami penurunan tahunan, yang dipicu oleh turunnya impor migas dengan kontribusi sebesar 4,78 persen.

BPS
{{caption}}
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 52 Bulan Berturut-turut

Surplus neraca perdagangan bulan Agustus 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

{{caption}}
Nilai Impor Indonesia Anjok di Agustus 2024

Impor migas mencapai USD 2,65 miliar atau turun 25,56 persen secara bulanan,

{{caption}}
9 Ton Daging Beku Impor Kedaluwarsa Disita Sebelum Beredar di Pasar Tradisional

Petugas kepolisian berhasil menyita tiga truk yang mengangkut daging beku impor dengan total berat mencapai sembilan ton.

{{caption}}
Arab Saudi Hentikan Impor Unggas RI, Mentan Amran Mentan Sebut Ada Peluang Perkuat Produk Olahan

Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan tanggapan positif terhadap larangan impor unggas dari Arab Saudi.

{{caption}}
Penerimaan Bea Cukai Manokwari Januari 2026 Melonjak 29,48 Persen, Ditopang Impor Bahan Baku

KPPBC Manokwari mencatat peningkatan signifikan dalam penerimaan negara Januari 2026 sebesar 29,48 persen, didorong oleh aktivitas impor bahan baku industri.

{{caption}}
Ini Alasan Bos Agrinas Pilih Pikap India untuk Proyek Nasional

Joao menyebut bahwa kendaraan pikap produksi lokal dijual dengan harga sekitar Rp500 juta per unit, sementara produk dari India lebih murah.

{{caption}}
Indonesia Berharap Fasilitas Tarif 0 Persen AS Tetap Berlaku di Tengah Kebijakan Baru

Indonesia melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendesak Amerika Serikat agar Fasilitas Tarif 0 Persen AS untuk produk tertentu tetap berlaku, meski ada rencana tarif 10 persen.

{{caption}}
Agrinas Pangan Targetkan 105 Ribu Pikap Impor dari India Rampung 2026

Agrinas menginformasikan bahwa dua perusahaan dari India akan mengirimkan mobil pikap ke Indonesia.

{{caption}}
Pemerintah Dorong Pemanfaatan LCT dalam Kerja Sama Multilateral, Perkuat Ekonomi Nasional

Pemerintah Indonesia terus mengoptimalkan pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) dalam kerja sama multilateral untuk memperkuat ketahanan ekonomi. Simak bagaimana LCT mengurangi volatilitas nilai tukar dan mendukung sektor riil.

{{caption}}
Dorong Diversifikasi Ekspor Indonesia, Percepatan I-EAEU FTA Jadi Kunci

Indonesia genjot Diversifikasi Ekspor Indonesia melalui percepatan implementasi perjanjian perdagangan bebas dengan Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA) di tengah proteksionisme global. Apa dampaknya bagi perekonomian nasional?

{{caption}}
Kinerja Positif, Neraca Perdagangan Lampung Surplus 389 Juta Dolar AS pada Februari 2026

Kabar baik dari BPS Lampung: Neraca Perdagangan Lampung Surplus 389 juta dolar AS pada Februari 2026, menandakan ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.

{{caption}}
Fokus Hilirisasi Komoditas Pertanian, Indonesia Optimalkan Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya **hilirisasi komoditas pertanian** untuk memperkuat ekonomi nasional, mencapai kemandirian energi, dan menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global.

{{caption}}
HIMKI Dorong Penguatan Pasar Domestik Industri Mebel di Tengah Tekanan Global

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendesak penguatan pasar domestik industri mebel sebagai strategi vital melindungi sektor ini dari gejolak global dan gempuran impor.

{{caption}}
LPEI: Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Perdagangan Indonesia Masih Terbatas

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menilai dampak langsung eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap perdagangan Indonesia masih relatif terbatas, namun risiko tidak langsung tetap perlu diwaspadai.

bps