Penerimaan Bea Cukai Manokwari Januari 2026 Melonjak 29,48 Persen, Ditopang Impor Bahan Baku

KPPBC Manokwari mencatat peningkatan signifikan dalam penerimaan negara Januari 2026 sebesar 29,48 persen, didorong oleh aktivitas impor bahan baku industri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penerimaan Bea Cukai Manokwari Januari 2026 Melonjak 29,48 Persen, Ditopang Impor Bahan Baku
KPPBC Manokwari mencatat peningkatan signifikan dalam penerimaan negara Januari 2026 sebesar 29,48 persen, didorong oleh aktivitas impor bahan baku industri. (AntaraNews)

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Manokwari, Papua Barat, melaporkan adanya lonjakan penerimaan negara yang signifikan pada Januari 2026. Realisasi penerimaan mencapai Rp5,20 miliar, menunjukkan peningkatan sebesar 29,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini jauh melampaui capaian Januari 2025 yang tercatat sebesar Rp4,02 miliar.

Peningkatan kinerja penerimaan ini terutama didorong oleh kegiatan impor bahan baku serta bahan penunjang yang esensial untuk mendukung operasional berbagai industri di wilayah tersebut. Pemeriksa Bea Cukai Pertama KPPBC Manokwari, Achmad Zainul Abidin, menegaskan bahwa pertumbuhan penerimaan negara secara tahunan ini cukup tinggi. Hal ini mencerminkan dinamika ekonomi lokal yang positif.

Kontribusi terbesar terhadap penerimaan negara disumbang oleh komponen bea masuk senilai Rp1,35 miliar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor sebesar Rp3,13 miliar, dan Pajak Penghasilan (PPh) impor sebesar Rp711,9 juta. Kinerja ini menunjukkan efektivitas pengawasan serta pelayanan KPPBC Manokwari dalam mengoptimalkan pemasukan kas negara.

Peningkatan Penerimaan Negara dan Peran Impor Industri

Peningkatan penerimaan negara pada Januari 2026 secara signifikan ditopang oleh satu kali kegiatan importasi bahan baku. Bahan baku tersebut adalah natural gypsum, yang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan produksi PT Conch West Papua Cement. Tarif bea masuk sebesar 5 persen dari importasi ini memberikan kontribusi besar.

Achmad Zainul Abidin menjelaskan bahwa kegiatan impor natural gypsum ini memiliki andil yang sangat penting terhadap kinerja penerimaan negara. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri, khususnya manufaktur semen, berperan vital dalam mendukung pendapatan negara melalui aktivitas impor.

Selain penerimaan, volume impor juga mengalami peningkatan. Dari 59,6 juta kilogram pada Januari 2025, volume impor naik menjadi 61 juta kilogram pada Januari 2026. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,34 persen secara tahunan, menandakan peningkatan aktivitas perdagangan internasional.

Realisasi nilai impor, di sisi lain, justru mengalami kontraksi sebesar 8,93 persen. Nilai impor turun menjadi Rp27,12 miliar dibandingkan dengan capaian Januari 2025 yang mencapai Rp29,75 miliar. Fenomena ini bisa disebabkan oleh penurunan harga komoditas impor atau perubahan komposisi barang yang diimpor.

Dinamika Ekspor dan Penurunan Permintaan Global

Kinerja ekspor pada periode Januari didominasi oleh produk semen. Komoditas yang diekspor meliputi cement clincker, hydraulic, dan portland composite, yang semuanya mendukung kebutuhan produksi dari PT Conch West Papua Cement. Ini menunjukkan peran strategis perusahaan tersebut dalam perekonomian regional.

Volume ekspor komoditas ini, meskipun demikian, mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan mencapai 54,51 persen, dari 78 juta kilogram pada Januari 2025 menjadi 35,4 juta kilogram. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya permintaan global terhadap produk cement clincker.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada nilai ekspor. Nilai ekspor terkontraksi sebesar 52,48 persen, menjadi kurang lebih 19,20 miliar dolar AS. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 40,41 miliar dolar AS.

Tujuan utama ekspor dari Manokwari adalah negara Timor Leste dan Papua Nugini. Perubahan permintaan dari negara-negara tujuan ini secara langsung mempengaruhi kinerja ekspor Bea Cukai Manokwari.

Penindakan Pelanggaran dan Komitmen Pengawasan Bea Cukai Manokwari

Selain fokus pada penerimaan negara, KPPBC Manokwari juga aktif dalam melakukan penindakan terhadap berbagai pelanggaran kepabeanan dan cukai. Salah satu keberhasilan penindakan adalah penyitaan 1.209 batang rokok tanpa pita cukai. Ini menunjukkan komitmen Bea Cukai dalam menegakkan hukum.

Selain itu, KPPBC Manokwari juga berhasil menyita 42,46 gram narkotika jenis metamfetamina. Penindakan ini merupakan hasil kerja sama yang efektif dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat. Kolaborasi antarinstansi sangat penting dalam memberantas peredaran barang ilegal.

Ke depan, KPPBC Manokwari berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penerimaan negara. Mereka juga akan memperketat pengawasan distribusi arus barang, baik dari kegiatan ekspor maupun impor. Upaya ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi