MMA Global Indonesia Ungkap Kunci Sukses Pemasaran di Tengah Gelombang Kecerdasan Buatan
Selain AI, pertumbuhan media sosial juga membuka potensi besar. Indonesia sendiri memiliki lebih dari 143 juta pengguna aktif.
MMA Global Indonesia secara resmi meluncurkan laporan tahunan bertajuk Brand Safety & MarTech (BSMT) 2025. Laporan ini sebagai tonggak penting bagi perkembangan dunia pemasaran dan periklanan digital di Indonesia.
Country Head MMA Global Indonesia, Shanti Tolani menekankan perlunya transformasi strategi pemasaran seiring maraknya adopsi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, masa depan pemasaran sangat bergantung pada inovasi konten iklan dan tanggung jawab masing-masing perusahaan terhadap perlindungan data konsumen.
"Karena kita tahu dengan adanya adopsi AI ini bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran namun tetap dengan risiko perlindungan data pribadi untuk kepercayaan konsumen," ujar Shanti dalam acara Media Gathering di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (5/6).
Dia memproyeksikan peran krusial kecerdasan buatan (AI) menyumbang hingga USD 366 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030. Laporan tersebut juga menemukan sebanyak 92 persen pemimpin industri menyadari pentingnya AI, bahkan 22 persen di antaranya sudah mengadopsi AI untuk kegiatan pemasaran dan 10 persen lainnya sudah memperluas pemanfaatan AI.
Selain AI, pertumbuhan media sosial juga membuka potensi besar. Indonesia sendiri memiliki lebih dari 143 juta pengguna aktif media sosial, menjadikannya pasar terbesar di Asia Tenggara.
Soroti Pertumbuhan Ritel
Laporan MMA ini juga menyoroti pertumbuhan ritel Indonesia yang diprediksi naik USD 49,9 miliar antara 2025–2029, serta potensi Indonesia menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia berdasarkan PDB (PPP) pada 2025. Di sisi media, platform OTT dan CTV semakin mendominasi, dengan pasar OTT diproyeksikan mencapai USD 4,45 miliar pada 2027.
Di balik peluang besar, risiko digital juga meningkat. Tingkat risiko terhadap brand di Indonesia mencapai 8,2 persen atau nyaris dua kali lipat rata-rata global. Berkaca dari hal tersebut, Shanti mendorong brand untuk bermitra dengan konten yang kredibel, mendukung keragaman, dan aktif dalam narasi budaya untuk memperkuat citra yang otentik.
Tak hanya itu, MMA Global Indonesia juga merekomendasikan strategi pemasaran yang efektif kini mengadopsi kerangka 3C, yakni Activating Conversations, Connecting to Commerce, dan Building Community. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada kemampuan perusahaan untuk mengaktifkan percakapan, menghubungkan dengan perdagangan, dan membangun komunitas untuk memperkenalkan produknya secara lebih luas.
"Seiring skala ekonomi digital yang berkembang, MMA Global Indonesia tetap berkomitmen untuk mengkatalisasi inovasi yang menciptakan nilai nyata bagi jenama, konsumen, dan komunitas bisnis yang lebih luas," tutup Shanti.
Media Gathering Brand Safety & MarTech 2025 Industry Report Release ini menghadirkan para ahli industri di bidang pemasaran, perwakilan media, dan kontributor menandai momen penting bagi lanskap pemasaran dan periklanan digital di Indonesia. Sebagai informasi, Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Sutanto Hartono ditunjuk menjadi Chairperson MMA Global Indonesia.