Menko Airlangga Sebut Realisasi Pendanaan JETP Capai USD3,4 Miliar
Realisasi pendanaan JETP Indonesia mencapai USD 3,4 miliar hingga Januari 2026, dengan tambahan komitmen baru sehingga total menjadi USD 21,8 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Pengarah Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (TEH), Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia terus menunjukkan perkembangan.
Hingga Januari 2026, realisasi pendanaan JETP telah mencapai sekitar USD 3,4 miliar dari total komitmen awal sebesar USD 21,4 miliar.
“Hal ini mencerminkan kemajuan nyata dari komitmen yang telah disepakati bersama mitra internasional,” kata Menko Airlangga dalam Seremoni Pencapaian Proyek JETP Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, juga diumumkan tambahan komitmen pendanaan baru sekitar USD 400 juta. Dengan penambahan ini, total komitmen pendanaan JETP Indonesia meningkat menjadi sekitar USD 21,8 miliar.
2 Program Unggulan Didukung Pemerintah Jerman
Seremoni tersebut turut ditandai dengan penandatanganan dan capaian dua program strategis JETP yang didukung Pemerintah Jerman, yakni Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF).
“Pada kesempatan ini, saya dengan senang hati menyaksikan sebuah upacara penting yang menandai dua program strategis JETP, yaitu Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF),” ujar Airlangga.
Program GECS difokuskan pada penguatan infrastruktur transmisi listrik untuk mendukung integrasi energi terbarukan berskala besar, khususnya di Sulawesi yang berkembang sebagai pusat industri, termasuk pengolahan nikel, mineral, smelter, dan ekosistem kendaraan listrik.
GECS memperoleh dukungan pembiayaan berupa pinjaman konsesional senilai EUR 300 juta melalui kerja sama PT PLN (Persero) dengan KfW Development Bank.
Sementara itu, GBDF merupakan kemitraan berbasis hibah antara KfW Development Bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem pembiayaan hijau melalui pengembangan pasar obligasi hijau, sosial, dan berkelanjutan di Indonesia.
Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan serta PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atas penyelesaian perjanjian pembiayaan yang mendukung keberlanjutan proyek JETP, serta kepada Pemerintah Jerman dan mitra dalam International Partners Group (IPG).
“Semoga kerja sama ini terus menghasilkan proyek-proyek nyata yang memperkuat sistem energi Indonesia, memobilisasi investasi hijau, serta mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.