Menkeu Purbaya Siap Dikritik Habis-habisan, Singgung Rocky Gerung
Dengan nada bercanda, ia mengaku tidak keberatan bila kebijakannya dikritik habis-habisan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik, termasuk dari kalangan pengamat yang kerap lantang, seperti Rocky Gerung. Dengan nada bercanda, ia mengaku tidak keberatan bila kebijakannya dikritik habis-habisan.
Purbaya menuturkan, dalam beberapa hari terakhir dirinya memang masih menyesuaikan ritme kerja sebagai Menkeu. Karena sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Sebetulnya saya enggak terlalu siap, karena ke sana-ke sini dalam beberapa hari terakhir ini. Jadi ini enggak tahu, mudah-mudahan masih pas gitu. Tapi ini enggak apa-apa kalau enggak pas. Itu memberikan ruang bagi Pak Rocky Gerung untuk kritik saya habis-habisan nanti," kata Purbaya dalam acara Great Lecture, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/9).
Namun, ia menegaskan, ketidaksempurnaan dalam memulai jabatan tidak menjadi masalah. Justru, hal tersebut membuka ruang bagi pihak-pihak di luar pemerintahan untuk memberikan masukan, termasuk kritik keras.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyoroti perjalanan panjang ekonomi Indonesia yang sempat melaju pesat sebelum krisis 1998.
Menurutnya, rata-rata pertumbuhan ekonomi kala itu bisa berada di kisaran 6,5 hingga 6,7 persen. Angka tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki Indonesia untuk tumbuh lebih cepat.
"Kita melihat tren pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Itu sebelum krisis 1998 mungkin rata-ratanya di atas 6,5 persen sampai 6,7 persen," ujarnya.
Menkeu Pede Ekonomi RI bisa Capai 8 persen
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku optimistis Indonesia bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen di era Pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Dia menilai, fondasi ekonomi yang resilient di tengah gejolak global menjadi modal penting untuk mendorong laju pertumbuhan ke level yang lebih tinggi.
"Perekonomian Indonesia tetap resilient, terefleksi pada ekonomi triwulan II 2025 yang tumbuh sebesar 5,12 persen year on year, utamanya ditopang oleh masih kuatnya konsumsi rumah tangga, meningkatnya investasi dan terjaganya kinerja ekspor-impor," kata Purbaya dalam Raker dengan Komisi XI DPR, Rabu (10/9/2025).
Menkeu Purbaya dikritik Terlalu Percaya Diri
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat, menyoroti sikap Menteri Keuangan baru yakni Purbaya Yudhi Sadewa yang terlalu percaya diri alias overconfident. Sikap tersebut dianggap berbahaya untuk publik dan pasar.
"Belum genap sehari menjabat, Menteri Keuangan baru Purbaya Yudhi Sadewa langsung menimbulkan kontroversi," kata Achmad dalam keterangannya, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, ucapan Purbaya yang meremehkan tuntutan publik dengan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi 6–7 persen akan otomatis meredam kritik, membuat publik dan pasar terkejut.
"Sikap percaya diri yang berlebihan atau overconfidence ini menjadi alarm: apakah ke depan ia akan menjadi manajer fiskal yang kredibel, atau justru berbahaya bagi stabilitas publik dan pasar?," pungkasnya.