Menkeu Purbaya: Sekarang Enggak Boleh Ceplas-Ceplos
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa saat ini ia lebih waspada dalam menyampaikan pernyataan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa saat ini ia lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan di hadapan publik. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak bisa lagi berbicara secara spontan seperti sebelumnya, terutama mengenai isu-isu yang sensitif.
"Katanya ngomongnya mesti gitu sekarang, enggak boleh ceplas-ceplos, nanti saya dimarahin, kira-kira gitu ya," ungkap Purbaya dalam kutipan yang diambil pada Selasa (28/10/).
Pernyataan santai dari Purbaya muncul setelah Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa tunjangan kinerja (tukin) pegawai Kementerian ESDM mengalami kenaikan hingga 100 persen. Namun, Purbaya menjelaskan bahwa ia belum menerima informasi resmi mengenai hal tersebut.
"Kenaikan 100 persen atau menjadi 100 persen? Saya belum tahu. Kalau ada surat dari kementerian, ya kita ikut. Tapi saya belum tahu untuk ESDM seperti apa," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa anggaran untuk tunjangan sudah disiapkan, tetapi keputusan akhir masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Mengenai kemungkinan kenaikan tukin di Kementerian Keuangan, Purbaya memberikan tanggapan ringan.
"Kita lihat saja nanti. Kalau untuk saya sih gaji sudah kegedean," ujarnya, menunjukkan sikap santai meskipun situasi yang dihadapi cukup serius.
Hasan Nasbi Soroti Cara Komunikasi Pejabat
Hasan Nasbi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Public Communication Office (PCO), mengkritik cara komunikasi yang diterapkan oleh pejabat pemerintah. Ia menilai bahwa gaya komunikasi yang terlalu reaktif dan ceplas-ceplos tanpa adanya koordinasi antar-kementerian dapat merusak soliditas pemerintahan.
"Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, sesama anggota kabinet enggak bisa baku tikam terus-terusan di depan umum. Karena itu akan melemahkan pemerintah."
Ia juga mengingatkan bahwa jika pola komunikasi tersebut dibiarkan, masyarakat akan menilai hal itu sebagai indikasi ketidaksolidan dalam pemerintahan.
Hasan menekankan bahwa saat ini mungkin perilaku tersebut dianggap sebagai hiburan, tetapi dalam jangka panjang, hal ini dapat menjadi persepsi negatif bagi publik.
"Itu mungkin hari ini kita melihatnya jadi hiburan, enggak apa-apa sementara. Tapi kalau lama-kelamaan orang akan melihat ini sebagai ketidaksolidan pemerintah. Padahal soliditas pemerintah itu penting sekali," tegasnya.
Oleh karena itu, penting bagi para pejabat untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi agar tidak memberikan kesan yang merugikan bagi pemerintah.
Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Pernah Terlibat Urusan Kementerian Lain
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam urusan kementerian atau lembaga lain, meskipun ia aktif mendorong percepatan belanja pemerintah. Ia menekankan bahwa tujuannya hanyalah untuk memastikan agar ekonomi tetap bergerak di tengah berbagai tekanan yang dihadapi oleh masyarakat.
"Bukan saya cawe-cawe ya. Kamu perlu apa? Saya bantu biar cepat. Tapi sebagian orang bilang itu cawe-cawe. Tapi enggak, enggak cawe-cawe. Saya enggak ikut campur kebijakan mereka," ungkap Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom INDEF yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (28/10).
Menurutnya, tugas utama pemerintah saat ini adalah menjaga agar perekonomian tidak semakin lesu. Ia mengakui bahwa dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat mulai merasakan kesulitan yang nyata akibat perlambatan ekonomi.
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan fokus pada perbaikan manajemen keuangan dan arus kas agar belanja negara dapat tersalurkan dengan lebih cepat dan efektif. "Yang penting belanjanya diserap waktu tepat sasaran," tambahnya.
Ala Purbaya Mengelola Perekonomian Indonesia
Purbaya menyatakan bahwa percepatan belanja pemerintah merupakan langkah krusial untuk mempertahankan daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tahun ini. Ia mengakui bahwa saat ini belum melakukan ekspansi besar-besaran, melainkan lebih memilih menerapkan kebijakan "counter-cyclical" yang efisien dan terarah.
"Jadi, kita balik dengan counter cyclical policy yang irit. Jadi saya belum ekspansi betul-betulan. Saya cuma perbaiki manajemen keuangan, manajemen cashflow saya perbaiki, bagian pemerintah yang belanjanya masih lambat saya iimbaulah," ujarnya.
Dengan pendekatan ini, Purbaya berharap dapat meningkatkan efektivitas belanja pemerintah tanpa harus melakukan pengeluaran yang berlebihan.