Respons Luhut Ditanya Gaya ‘Koboi’ Menkeu Purbaya
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan berpandangan seperti ini ketika ditanya gaya 'koboi' Menkeu Purbaya.
Sejak dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menampilkan gestur ceplas-ceplos. Bebeda jauh dengan pendahulunya, Sri Mulyani. Hingga akhirnya Purbaya disebut sebagai Menkeu ‘Koboi’.
Merespons hal itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tak ambil pusing. Menurut dia, Purbaya dapat menangkap apa yang diinginkan presiden.
"Saya kira kan bagus apa yang dilakukan oleh beliau. Menurut saya, menerjemahkan keinginan Presiden lebih efisien, lebih efektif, dan juga data-data yang diberikan bagus, memastikan juga keinginan Presiden, anggaran itu turun ke bawah, sehingga perputaran uang di bawah itu jalan," kata Luhut ditemui di Kompleks Balai Kota Jakarta, Rabu (24/9).
Ia mengungkap, cara Purbaya dengan menggelontorkan dana Rp200 triliun ke bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) menjawab kebutuhan perputaran uang untuk masyarakat.
Dia pun mengapresiasi keputusan yang diambil mantan kepala lembaga penjamin simpanan (LPS) tersebut.
"Ujung-ujungnya ya harus ada dana itu sampai di bawah. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan di parlemen sudah bagus sekali dan itu program yang menurut saya sangat bagus," jelasnya.
Selain soal penggelontoran dana Rp200 triliun, Luhut turut berkomentar soal kebijakan cukai rokok yang mencapai 57 persen disebut Purbaya seperti 'firaun'.
"Ya, saya kira beliau juga kemarin sudah bicara dengan Dewan Ekonomi. Memang kita menyarankan untuk dilihat itu. Karena itu penerimaan potensi yang besar sekali. Jangan orang nanti lari ke penyeludupan," ungkap Luhut.
Luhut meyakini kebijakan diambil Purbaya sudah dipertimbangkan dengan matang. Karenanya, dia tak ambil pusing walau menggunakan gaya koboi selama hasilnya jelas dan bertujuan baik.
"Yang penting kan tujuannya bagus dan memang menurut saya dalam konteks keadaan seperti sekarang, memang harus cepat membuat keputusan, dan memang kalau cepat membuat keputusan untuk kepentingan orang banyak, rakyat, ya kenapa tidak?" ungkapnya.