5 Pernyataan 'Nyeleneh' Menkeu Purbaya, Tak Punya Uang Jangan Ngutang hingga Rakyat Kecil

Di awal kepemimpinannya di Kementerian Keuangan, Purbaya dibuat pusing oleh kelakuan anaknya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
5 Pernyataan 'Nyeleneh' Menkeu Purbaya, Tak Punya Uang Jangan Ngutang hingga Rakyat Kecil
5 Pernyataan 'Nyeleneh' Menkeu Purbaya, Tak Punya Uang Jangan Ngutang hingga Rakyat Kecil (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto telah melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) beberapa waktu lalu di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia menggantikan posisi Sri Mulyani yang dicopot dari jabatan tersebut.

Di awal kepemimpinannya di Kementerian Keuangan, Purbaya dibuat pusing oleh kelakuan anaknya, Yudo Achilles Sadewa. Melalui akun media sosialnya Yudo berujar 'Alhamdulillah ayahku menyingkirkan Agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri.'

Menanggapi ramainya pernyataan Yudo, Purbaya hanya mengatakan bahwa anaknya masih kecil, tidak tahu apa-apa. Namun, tidak lama setelah itu Purbaya kerap melontarkan pernyataan kontroversi nan 'nyeleneh'.

Purbaya Ingatkan: Jangan FOMO, Pelajari Dulu Instrumen Investasi Purbaya untuk Keuangan Sukses!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya memahami instrumen Investasi Purbaya dan menghindari FOMO agar berhasil dalam mengelola keuangan. Simak pesan lengkapnya! Merdeka.com

Berikut pernyataan 'nyeleneh' Purbaya:

-Demo Suara Rakyat Kecil

Baru dilantik dan menjabat sebagai Menkeu, Purbaya langsung membuat ramai publik atas pernyataan nyelenehnya yakni soal poin 17+8 tuntutan rakyat, hanya berasal dari sebagian kecil kalangan saja.

"Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang," ujar Purbaya saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9).

Sehari setelahnya, Purbaya pun langsung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Permintaan maaf itu disampaikan usai menghadiri acara serah terima jabatan dengan Sri Mulyani pada Selasa (9/9).

"Kemarin kalau ada kesalahan saya mohon maaf, ke depan akan lebih baik lagi," ujar Purbaya usai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9).

-Ngaku Kerap Bergaya 'Koboi'

Selanjutnya, beberapa hari kemudian Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI. Dalam rapat itu, ia berjanji tidak lagi bersikap 'koboi'.

"Ini kunjungan saya yang pertama sebagai menteri keuangan, biasanya sebagai LPS (ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan). Kalau waktu ketua LPS, saya katanya ngomongnya agak koboi," ujar Purbaya dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (10/9).

"Sekarang enggak boleh saya, saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda. Jadi, sekarang saya akan stick ke pidato yang sudah disiapkan staff saya di sini. Jadi, enggak ada session bebas lagi," sambungnya.

Blak-blakan Menkeu Purbaya soal Tarif Cukai Rokok
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok LPS) © 2025 Liputan6.com

-Anak Muda Jangan FOMO

Pernyataan Purbaya lainnya yakni soal ingatkan anak muda untuk tidak asal ikut-ikutan atau FOMO (Fear Of Missing Out) dalam berinvestasi. Dia mengatakan, anak muda harus terlebih dahulu mempelajari secara detail sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

"Jadi kalau mau berinvestasi ya, di instrumen apapun, pelajari instrumen itu apa. Jangan ikut-ikutan orang, jangan FOMO apa, fear of missing out," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/9).

Saat itu, ia menekankan pentingnya menganalisis instrumen yang ingin dijadikan investasi. Purbaya meyakini para anak muda akan sukses berinvestasi apabila menjalankan hal-hal tersebut.

"Pelajari instrumennya apa, mereka pasti berhasil," ujarnya.

-Belanja Sesuai Kantong

Di sisi lain, Purbaya juga mengingatkan para perempuan untuk menyesuaikan anggaran yang dimiliki apabila ingin belanja. Dia mempersilakan anak muda berbelanja apapun, asalkan jangan berutang.

"Belanja enggak apa-apa, belanja mau yang mahal, mau yang murah, tapi sesuaikan dengan kantong Anda sendiri. Jangan ngutang," tutur Purbaya.

Menurut Purbaya, promosi canggih yang diberikan dari atau oleh fintech atau bank kerap memikat generasi muda untuk menggunakan paylater.

"Awalnya terasa ringan, tapi kalau banyak yang tidak bisa bayar, ekonomi negara bisa terguncang," jelasnya.

-Kalau Tak Punya Uang Jangan Ngutang

Purbaya menegaskan prinsip sederhana adalah jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan yang kita dapat atau peroleh. Apalagi, sampai harus berhutang hanya untuk flexing.

"Kalau tidak punya uang, jangan berutang, apalagi untuk flexing," tegasnya.

Rekomendasi