Menkeu Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus Angka Tertinggi di Kuartal IV-2025
Angka tersebut lebih tinggi dibanding kuartal I (4,87 persen), kuartal II (5,12 persen), dan kuartal III yang diperkirakan masih dalam fase pelemahan.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal menembus angka tertinggi di tahun ini pada kuartal IV-2025. Bahkan, angka tersebut lebih tinggi dibanding kuartal I (4,87 persen), kuartal II (5,12 persen), dan kuartal III yang diperkirakan masih dalam fase pelemahan.
"Ke depannya saya yakin triwulan ketiga mungkin agak lambat karena sempat ada kekecewaan. Tapi triwulan keempat saya yakin pertumbuhannya lebih bagus dibanding triwulan-triwulan sebelumnya," ujar Menkeu Purbaya saat dijumpai di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9).
"Saya yakin akan di atas 5,5 persen, triwulan ke-IV ya," dia menegaskan.
Menurut Purbaya, pasar dan sektor keuangan memang sempat terganggu di kuartal ketiga 2025. Seperti adanya kenaikan suku bunga deposito valuta asing (valas) dari bank Himbara hingga 4 persen, yang bukan berasal dari instruksinya.
"Minggu lalu kan ada gangguan sedikit, katanya saya mendukung kebijakan bank-bank BUMN harus menaruh deposito dolar 4 persen. Mereka bilang saya itu menimbulkan ketakutan," ungkap dia.
"Mereka pikir mungkin lebih bagus pegang dolar dibanding rupiah karena bunganya sedikit lebih tinggi, tapi kan saya sudah bilang, beritanya itu tidak betul dan tidak akan seperti itu kebijakannya," kata Purbaya.
Investor Segera Masuk
Lebih lanjut, Purbaya pun pede banyak investor akan segera masuk menanamkan modalnya di Indonesia. Apalagi, pemerintah khususnya Kementerian Keuangan telah mengeluarkan kebijakan yang pro market.
"Kalau investor tahu, saya enggak main-main memperbaiki ekonomi Indonesia. Ke depan, ekonomi Indonesia betul-betul akan membaik. Harusnya sih mereka akan masuk ke sini, karena investor masuk sini untuk ikut menikmati kue ekonomi," serunya.
"Saya yakin di pasar sudah merasakan sedikit dampak dari kebijakan yang kita ambil selama dua minggu terakhir. Jadi harusnya sih mereka akan semakin yakin bahwa kita bergerak ke arah yang benar," ucap Purbaya.
Dukungan Pemerintah pada Investor
Purbaya lantas mencontohkan proyek akad massal 26.000 KPR FLPP bersama Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk dukungan pemerintah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memberikan kepercayaan kepada investor untuk menaruh modalnya.
"Proyek-proyek seperti ini kan menunjukan bahwa memang program pemerintah akan berjalan lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya. Ini kan mendorong pertumbuhan ekonomi juga. Artinya apa, prospek makin bagus, asing akan masuk ke sini," ungkapnya.
"Kapan modal asing masuk? Ketika mereka melihat prospek ekonomi suatu negara bagus. Dan kita sekarang sudah rubah kebijakan kan. Harusnya ke depan akan bagus," pungkas Purbaya.